Bupati dan Wabup Pamekasan Rela Tak Terima Gaji Demi Hari Jadi ke-495

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman didampingi Wabup H. Sukriyanto saat diwawancara awak media. (KLIKMADURA)

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman didampingi Wabup H. Sukriyanto saat diwawancara awak media. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman dan Sukrianto, memilih tidak menerima gaji bulan Oktober 2025.

Keputusan itu sebagai dukungan terhadap pelaksanaan rangkaian perayaan Hari Jadi Pamekasan ke-495 yang digelar dengan konsep gotong royong.

Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menjelaskan, pemerintah berkomitmen melaksanakan perayaan hari jadi dengan sederhana namun tetap bermakna.

Langkah tersebut sesuai dengan arahan pemerintah pusat agar tidak mengadakan kegiatan yang berlebihan.

“Atensi dari pemerintah pusat agar tidak menyelenggarakan hari jadi yang mewah, makanya kita kemas dengan cara urunan bersama 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujarnya.

Baca juga :  Gaji Belum Cair, PPPK Paruh Waktu di Pamekasan Keluhkan Ketidakpastian

Mantan Anggota DPR RI itu menambahkan, dirinya bersama Wakil Bupati dan Ketua DPRD Pamekasan juga ikut berpartisipasi secara langsung dengan menyumbangkan gaji bulan Oktober demi kelancaran acara tersebut.

“Saya dengan Pak Wabup dan Ketua Dewan juga dipotong gajinya dalam rangka membiayai itu. Gaji saya dan Pak Wabup dipotong full untuk acara ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Masrukin, telah menerbitkan surat edaran bernomor 500.13/590/432.317/2025 pada 28 Oktober 2025.

Surat tersebut berisi permintaan partisipasi kepada 30 OPD di lingkungan Pemkab Pamekasan untuk turut mendukung kegiatan Semalam di Madura yang akan digelar di Monumen Arek Lancor pada Sabtu (1/11/2025).

Baca juga :  Ibu Muda di Pamekasan Meninggal Usai Operasi Caesar, Kusuma Hospital Diduga Ceroboh

Dalam lampiran edaran itu disebutkan, setiap OPD diminta menyiapkan 100 porsi makanan khas Pamekasan dengan nilai Rp15.000 per porsi.

Hidangan tersebut nantinya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat melalui sistem kupon sajian gratis. (ibl/nda)

Berita Terkait

MTN Lab Gandeng Sivitas Kothèka, Tiga Penulis Madura Akan Residensi di Tiga Kota
Pemkab Pamekasan Kembali Gelar Pemilihan Kacong Chebbing dan Putra Putri Batik, Anggaran Tembus Ratusan Juta
Satreskrim Polres Pamekasan Tangkap Terduga Pencuri Motor di Ruko Teja
Program Segar Rp7,9 Miliar Belum Terealisasi, Pemkab Pamekasan Berdalih Menunggu Arahan Pemerintah Pusat
Ribuan E-Ijazah SMP di Pamekasan Belum Terbit, Disdikbud Sebut Banyak Dokumen Sekolah Belum Lengkap
Serapan Baru 46,31 Persen, DPRD Pamekasan Soroti Lambannya Progres Tambal Sulam Jalan
Ketua Pansus SOTK DPRD Pamekasan: Kekosongan 100 Kepsek dan 12 Kapus Tak Terkait Raperda SOTK
Curanmor di Ruko Teja Terekam CCTV, Polisi Kantongi Ciri-Ciri dan Buru Pelaku

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:57 WIB

MTN Lab Gandeng Sivitas Kothèka, Tiga Penulis Madura Akan Residensi di Tiga Kota

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:25 WIB

Pemkab Pamekasan Kembali Gelar Pemilihan Kacong Chebbing dan Putra Putri Batik, Anggaran Tembus Ratusan Juta

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:31 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Tangkap Terduga Pencuri Motor di Ruko Teja

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:03 WIB

Program Segar Rp7,9 Miliar Belum Terealisasi, Pemkab Pamekasan Berdalih Menunggu Arahan Pemerintah Pusat

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:34 WIB

Ribuan E-Ijazah SMP di Pamekasan Belum Terbit, Disdikbud Sebut Banyak Dokumen Sekolah Belum Lengkap

Berita Terbaru