Akhir 2025, Realisasi PAD Pasar Kolpajung Baru Menyentuh 65 Persen

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas berada di halaman Pasar Kolpajung, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Petugas berada di halaman Pasar Kolpajung, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Hingga penghujung tahun 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pasar Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, belum mencapai target yang ditetapkan pemerintah daerah. Kondisi tersebut terjadi setelah adanya penyesuaian target pada tahun anggaran berjalan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Handiko Bayuadi menyampaikan, realisasi PAD Pasar Kolpajung sebenarnya telah mencapai 94 persen dari target awal sebesar Rp2,4 miliar.

Namun, seiring adanya kenaikan target sebesar Rp1 miliar menjadi Rp3,4 miliar, capaian PAD saat ini baru berada di kisaran 65 persen.

Baca juga :  Semarak HUT ke-81 RI, Imigrasi Pamekasan Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis

“Pencapaian target baru tersebut cukup berat jika melihat potensi pasar yang ada. Sebab, karakteristik Pasar Kolpajung memiliki dinamika tersendiri, mulai dari perbedaan jenis pasar hingga fluktuasi pendapatan pedagang,” katanya.

Handiko mengaku penarikan retribusi telah dilakukan secara tertib. Seluruh pedagang terus diupayakan agar terdata dan memenuhi kewajiban retribusi, mengingat pasar merupakan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil PAD yang memiliki target yang harus dicapai.

“Kami betul-betul melakukan pengawasan secara internal. Menata pasar itu tidak mudah karena dinamika setiap pasar berbeda,” ujarnya.

Baca juga :  Sekda Masrukin Turun Pangkat, Bupati Kholilurrahman: Tak Ada Masalah!

Handiko mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan PAD Pasar Kolpajung tidak mencapai target adalah adanya wabah penyakit lato-lato pada sapi yang terjadi sejak Januari hingga April 2025. Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap sektor perdagangan hewan dan pedagang lainnya.

Di sisi lain, pembangunan pasar yang masih berlangsung turut memengaruhi aktivitas jual beli. Faktor cuaca juga menjadi kendala, terutama saat hujan turun selepas subuh yang menyebabkan banyak pedagang memilih tidak berjualan.

“Musim tembakau juga berpengaruh. Banyak pedagang beralih bekerja di sektor tembakau sehingga tidak berjualan di pasar. Semua faktor itu sangat berdampak pada pendapatan PAD Pasar Kolpajung,” tandasnya. (ibl/nda)

Baca juga :  Belasan Pengedar Sabu dan Okerbaya Terjaring Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2024 Polres Pamekasan

Berita Terkait

Penerima BLT DBHCHT Pamekasan Bertambah, Kini Jangkau 5.395 Buruh Rokok
Tak Ingin Sampang Cuma Jadi Pemasok Pekerja Surabaya Raya, Disnaker Siapkan SDM Unggul
Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Masih Rp500 Ribu, Kenaikan Menunggu Kemampuan Anggaran
Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Begini Kata Bupati Pamekasan
FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura
Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan
Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup
Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 09:30 WIB

Penerima BLT DBHCHT Pamekasan Bertambah, Kini Jangkau 5.395 Buruh Rokok

Rabu, 30 September 2026 - 03:14 WIB

Tak Ingin Sampang Cuma Jadi Pemasok Pekerja Surabaya Raya, Disnaker Siapkan SDM Unggul

Selasa, 29 September 2026 - 10:56 WIB

Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Masih Rp500 Ribu, Kenaikan Menunggu Kemampuan Anggaran

Selasa, 29 September 2026 - 09:54 WIB

Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Begini Kata Bupati Pamekasan

Senin, 28 September 2026 - 10:17 WIB

FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura

Berita Terbaru