33 SPPG di Pamekasan Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, DPRD Ingatkan Risiko Keracunan

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat antara Komisi IV DPRD Pamekasan bersama Korwil BGN Pamekasan, Kepala Dapur SPPG Larangan Tokol dan Perwakilan Yayasan Bergema Center di DPRD Kabupaten Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Suasana rapat antara Komisi IV DPRD Pamekasan bersama Korwil BGN Pamekasan, Kepala Dapur SPPG Larangan Tokol dan Perwakilan Yayasan Bergema Center di DPRD Kabupaten Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan kembali menuai sorotan. Pasalnya, puluhan Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Padahal, syarat tersebut dinilai krusial untuk menjamin keamanan makanan bagi siswa. Berdasarkan data, terdapat 33 SPPG di Pamekasan yang hingga kini belum memiliki SLHS.

Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu pemicu kasus keracunan makanan MBG yang sempat menghebohkan masyarakat beberapa waktu lalu.

Korwil BGN Pamekasan, Hariyanto Ramansyah, membenarkan bahwa puluhan SPPG belum mengantongi SLHS. Namun, sertifikat tersebut masih dalam proses pengurusan.

Baca juga :  Kepemilikan SLHS SPPG Minim, DPRD Pamekasan Ingatkan Pentingnya Kebersihan Dapur MBG

“Iya, memang belum masuk juknis, tapi itu nanti kita wajibkan sambil lalu melapor ke pusat. Jadi semuanya on proses,” ujarnya.

Selama ini, kelayakan gizi MBG di Pamekasan hanya mengandalkan ahli gizi dengan koordinasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Halili, menegaskan bahwa ketiadaan SLHS berpotensi besar memicu kasus keracunan karena pengelolaan limbah makanan tidak terkontrol.

“Kami merekomendasikan kepada BGN RI agar SPPG yang belum lengkap persyaratannya sesuai SE Kemendagri RI, untuk sementara tidak diberi rekomendasi beroperasi. Ini demi menjaga kualitas layanan dan keamanan makanan,” tegasnya.

Baca juga :  Berkat Perjuangan DPRD Pamekasan, Warga Kelurahan Barkot-Bartim Akhirnya Punya Jembatan Representatif

Halili menambahkan, Dinkes Pamekasan sudah memberikan penjelasan terkait proses penerbitan SLHS. Sertifikat itu dipastikan akan dikeluarkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Kabid Kesmas Dinkes Pamekasan, Ahmad Syamlan, menegaskan pihaknya siap menerbitkan SLHS, namun dengan tetap berpedoman pada aturan resmi.

“Tidak bisa serta-merta kami terbitkan. Semua harus sesuai regulasi. Kami juga berpesan agar sekolah menyiapkan tim pengawas MBG, termasuk memastikan makanan tidak dibawa pulang ke rumah,” pungkasnya.

Kasus keracunan MBG ini dipastikan menjadi evaluasi penting bagi semua pihak, agar program unggulan pemerintah benar-benar memberi manfaat tanpa mengorbankan kesehatan siswa. (enk/nda)

Baca juga :  SDN Pasanggar I Pamekasan Ngaku Dirugikan Isi MoU MBG, Ada Poin Rahasiakan Kasus Keracunan

Berita Terkait

Guru MTsN 2 Pamekasan Diduga Lecehkan Siswa, DP: Jika Terbukti Harus Sanksi Berat!
Nakhodai Partai Hanura Pamekasan, Ach. Suhairi Siap Kawal Arah Politik Daerah
Bupati Kholilurrahman Rencanakan Relokasi Belasan Rumah Warga Desa Sana Daja Korban Bencana
Sambangi Pemkab Pamekasan, SKK Migas Bicarakan Eksploitasi Blok Migas Paus Biru
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Smart Sebut Perempuan Lebih Rentan Mengidap Penyakit Asam Lambung
Setahun, Biaya Listrik Pasar Kolpajung Pamekasan Tembus Rp 300 Juta
GKFT 2026 Jadi Momentum Pembinaan Futsal Usia Dini, Afkab Pamekasan Dorong Jadi Agenda Tahunan
PLN ULP Pamekasan Klarifikasi Video Viral, Tegaskan Pelayanan Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 05:26 WIB

Guru MTsN 2 Pamekasan Diduga Lecehkan Siswa, DP: Jika Terbukti Harus Sanksi Berat!

Senin, 26 Januari 2026 - 15:17 WIB

Nakhodai Partai Hanura Pamekasan, Ach. Suhairi Siap Kawal Arah Politik Daerah

Senin, 26 Januari 2026 - 12:50 WIB

Bupati Kholilurrahman Rencanakan Relokasi Belasan Rumah Warga Desa Sana Daja Korban Bencana

Senin, 26 Januari 2026 - 07:50 WIB

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Smart Sebut Perempuan Lebih Rentan Mengidap Penyakit Asam Lambung

Senin, 26 Januari 2026 - 06:17 WIB

Setahun, Biaya Listrik Pasar Kolpajung Pamekasan Tembus Rp 300 Juta

Berita Terbaru