UIN Madura, Harapan Baru Ekonomi Biru

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Prengki Wirananda, Pemred Klik Madura.

——

MADURA sering digambarkan dengan stigma tandus, keras, kering. Padahal, ada satu kekayaan yang justru mengelilinginya, yaitu laut. Sebuah anugerah geografis yang menjadi pengharapan sekaligus tempat bergantung hidup.

Ketika IAIN Madura bertransformasi menjadi UIN Madura, saya membayangkan bukan hanya pergantian nomenklatur. Tetapi perubahan cara pandang. Dari sekadar lembaga keagamaan menjadi universitas yang ikut menjawab persoalan sosial, ekonomi, dan maritim di Madura.

Membuka Program Studi Teknologi Hasil Perikanan adalah langkah kecil dengan makna besar. Itu bukan sekadar formalitas akademik, melainkan pernyataan sikap: bahwa laut Madura harus dikelola dengan ilmu pengetahuan.

Kita tahu, sektor maritim Madura penuh potensi. Ada 300 kilometer garis pantai. Ada ribuan nelayan yang saban hari menggantungkan hidup dari laut. Tetapi potensi itu, kata ekonom klasik seperti Adam Smith, sering terjebak dalam paradoks kelimpahan: kaya sumber daya, miskin kesejahteraan.

Baca juga :  Gelar Yudisium ke-10, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Madura Luluskan 70 Mahasiswa

Mengapa? Karena kita menjual hasil laut mentah-mentah. Ikan tangkap langsung masuk pasar. Rumput laut tanpa pengolahan diekspor murah. Udang, rajungan, cumi—semuanya dilepas tanpa nilai tambah berarti.

Di sinilah peran UIN Madura. Kalau ingin berbeda dengan universitas lain, jangan hanya mencetak sarjana yang fasih teori, tetapi melahirkan inovator.

Mereka yang tahu bagaimana ikan bisa diolah menjadi produk dengan umur simpan panjang. Bagaimana rumput laut bisa diproses menjadi bahan farmasi dan kosmetik. Bagaimana limbah perikanan bisa berubah menjadi bioenergi.

Michael Porter, dalam teori keunggulan kompetitif, mengatakan bahwa daerah akan maju jika mampu menciptakan cluster industri yang berbasis pada kekuatan lokal. Madura jelas punya itu: laut. Yang kurang hanya satu—ilmu pengetahuan yang melekat pada praktik pengelolaan.

Baca juga :  Jejak Fosfat dan Bayang Uranium di Tanah Madura

Saya membayangkan, suatu saat kampus UIN Madura menjadi pusat riset maritim yang sederhana tapi bermanfaat. Mahasiswa turun ke desa nelayan, mendampingi masyarakat membuat produk olahan.

Dosen tidak hanya sibuk menulis jurnal internasional, tapi juga mengajarkan cara membuat cold storage murah, atau membantu nelayan mengakses teknologi rantai dingin.

Tentu, langkah ini bukan tanpa tantangan. Dunia akademik sering terjebak pada menara gading. Tetapi jika semangat transformasi ini sungguh-sungguh dijalankan, UIN Madura bisa menjadi “kampus laut” yang membalikkan wajah Madura: dari pulau yang dikenal keras, menjadi pulau yang produktif.

Baca juga :  Klik Madura Dukung UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Komitmen Terus Perkuat Kerja Sama Strategis

Ketika dunia bicara ekonomi biru (blue economy), Madura sebenarnya punya modal yang tidak dimiliki daerah lain: garis pantai panjang, tradisi melaut kuat, dan komunitas religius yang terikat pada nilai sosial.

Jika ilmu pengetahuan masuk, jika UIN Madura mau menjadi motor, maka masa depan Madura tidak lagi hanya di sawah kering atau di perantauan. Masa depan Madura bisa lahir dari lautnya sendiri.

Pertanyaan reflektifnya sederhana: beranikah kita menjadikan laut sebagai halaman depan peradaban Madura? Jika iya, maka Prodi Teknologi Hasil Perikanan hanyalah pintu pertama. Pintu ke arah Madura maritim yang lebih bermartabat. (*)

Penulis juga Ketua Umum Ikatan Alumni Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura.

Berita Terkait

Filosofi Patah Hati
Kongres AJP: Habis Gaduh Terbitlah Teduh
Valen dan Pertaruhan Harga Diri
Menghidupkan Kembali Asa UNU Madura
Satu Fikrah, Satu Harakah: Momentum Meneguhkan Arah Perjuangan NU Sumenep
Ketika Kades Tak Lagi PERKASA
Madura Surganya Energi Baru Terbarukan
Saatnya Madura Menatap Energi Baru

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 04:22 WIB

Filosofi Patah Hati

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:22 WIB

Kongres AJP: Habis Gaduh Terbitlah Teduh

Kamis, 18 Desember 2025 - 02:29 WIB

Valen dan Pertaruhan Harga Diri

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:27 WIB

Menghidupkan Kembali Asa UNU Madura

Rabu, 26 November 2025 - 03:51 WIB

Satu Fikrah, Satu Harakah: Momentum Meneguhkan Arah Perjuangan NU Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Metamorfosa Kata

Sabtu, 10 Jan 2026 - 01:20 WIB