PAMEKASAN || KLIKMADURA – Posko pengaduan BPJS Kesehatan nonaktif yang diinisiasi sejumlah aktivis langsung diserbu warga. Sedikitnya, 64 orang datang membawa beragam keluhan.
Mulai dari keluhan terkait kepesertaan yang mendadak dinonaktifkan hingga kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Iwan Mahardika selaku Koordinator Posko Pengaduan menyampaikan, mayoritas warga baru mengetahui status BPJS mereka bermasalah saat hendak berobat. Akibatnya, tidak sedikit yang terpaksa menggunakan layanan umum dengan biaya mandiri.
“Ada warga yang sudah dua hari menjalani rawat inap, setelah dicek ternyata BPJS-nya nonaktif. Mau tidak mau, dia harus menggunakan layanan umum dengan berat hati,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (5/12/2025).
Meski demikian, sejumlah kasus sudah berhasil ditangani. Salah satunya, warga yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit akhirnya kembali bisa menggunakan BPJS setelah mendapat pendampingan dari tim posko.
“Kemarin ada satu pasien rawat inap yang kami dampingi ke Dinas Sosial. Alhamdulillah, BPJS-nya berhasil diaktifkan kembali dan sudah bisa digunakan,” terangnya.
Posko pengaduan ini rencananya akan dibuka hingga Minggu mendatang. Seluruh data warga yang mengalami kendala BPJS akan direkap untuk ditindaklanjuti secara kolektif.
Sebagai langkah lanjutan, para aktivis bersama perwakilan masyarakat dijadwalkan melakukan aksi negosiasi ke Bupati Pamekasan untuk meminta kebijakan.
“Tujuan kami agar seluruh kepesertaan BPJS Kesehatan yang saat ini bermasalah bisa kembali digunakan tanpa hambatan,” tegasnya. (nda)














