TKD 2026 Naik Rp43 Triliun, Said Abdullah Ingatkan Pemerintah Daerah Optimalkan DBHCHT

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Dapil XI Madura, MH Said Abdullah didampingi Anggota DPR RI, Ansari dan Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi usai peresmian Gor Said Abdullah di Kampus UIN Madura, Sabtu (22/11/2025).

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Dapil XI Madura, MH Said Abdullah didampingi Anggota DPR RI, Ansari dan Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi usai peresmian Gor Said Abdullah di Kampus UIN Madura, Sabtu (22/11/2025).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah memastikan pagu Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 tidak serendah usulan awal pemerintah.

Setelah pembahasan intens dengan pemerintah pusat, besaran TKD naik dari Rp650 triliun menjadi Rp693 triliun.

“TKD turun, tapi Banggar sudah bicara dengan pemerintah, akhirnya dari Rp650 triliun naik menjadi Rp693 triliun. Alhamdulillah dapat tambahan Rp43 triliun,” kata Said Abdullah, Sabtu (22/11/2025).

Politisi asal Dapil XI Madura itu menegaskan bahwa TKD tidak bisa hanya dilihat dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca juga :  Dinkes Pamekasan Gaungkan Aksi Bergizi, Langkah Nyata Cegah Stunting Sejak Dini

Menurutnya, DAK memiliki petunjuk teknis ketat yang sepenuhnya dikendalikan pemerintah pusat.

Sementara Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan hak daerah yang harus dikelola optimal oleh pemerintah daerah bersama DPRD.

“Jangan semua dilihat dari DAK. DBHCHT itu hak daerah. Pengelolaannya ada pada pemerintah daerah dan DPRD,” tegasnya.

Said juga menyebutkan bahwa pemerintah pusat masih memiliki beban kurang bayar kepada sejumlah daerah. Kekurangan tersebut merupakan tanggungan yang harus segera dituntaskan.

“Sampai saat ini baku teknokratiknya kurang bayar masih banyak sekali. Pemerintah pusat bersama Banggar akan segera melunasi hutang-hutang ke daerah,” ujarnya.

Baca juga :  Ngeri! Grand Final Karapan Sapi Piala Presiden Ricuh, Penonton Bawa Sajam

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dipastikan mengalami pengurangan TKD tahun 2026 sebesar Rp192 miliar.

Dampaknya, total APBD 2026 turun dari Rp2,2 triliun menjadi Rp1,8 triliun, sehingga daerah harus melakukan penyesuaian program yang bersumber dari dana transfer pusat. (ibl/nda)

Berita Terkait

Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma
Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen
Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 
Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
AJP-DKP Bakal Gelar Pekan Kebudayaan Madura, Angkat Warisan M. Tabrani untuk Indonesia
Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta
Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

Berita Terbaru