Menu Makanan Banyak Dikeluhkan Wali Murid, MADAS Minta Satgas MBG Sampang Turun Tangan

- Jurnalis

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC Ormas Madura Asli (MADAS) Sampang, Umar Faruk. (DOK. KLIKMADURA)

Ketua DPC Ormas Madura Asli (MADAS) Sampang, Umar Faruk. (DOK. KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai menuai sorotan. Sejumlah wali murid dan pihak sekolah di Kecamatan Kedungdung, Tambelangan, Camplong, Karangpenang, hingga Kecamatan Sampang, mengeluhkan menu yang dinilai tidak sesuai standar gizi.

Ketua DPC Ormas Madura Asli (MADAS) Sampang, Umar Faruk, menegaskan bahwa MBG harus dikawal ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima. Menurutnya, program ini tidak boleh kehilangan esensi hanya karena lemahnya pengelolaan di lapangan.

“MBG hadir untuk meningkatkan kualitas SDM melalui gizi seimbang, menekan angka stunting, dan mendongkrak prestasi akademik. Jangan sampai program sebagus ini kehilangan makna karena pengelolaan yang asal-asalan,” ujarnya, Sabtu (13/9/2025).

Baca juga :  ASN Penganiaya Kurir JNT Hanya Diberhentikan Sementara, BKPSDM Sampang Berdalih Tunggu Inkracht

Umar menilai, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sampang sebagai kepanjangan tangan Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki tanggung jawab penuh atas pelaksanaan program ini.

“Apapun persoalannya, tanggung jawab ada di SPPG Sampang. Mulai dari Kepala SPPG, ahli gizi, hingga jajarannya. Termasuk soal standarisasi menu dan kandungan gizinya,” tegasnya.

Meski Posko Pengaduan MADAS belum resmi diluncurkan, laporan dari masyarakat sudah banyak diterima. Dari temuan awal, keluhan tersebut diduga muncul akibat kelalaian pengelola SPPG Sampang dalam memastikan menu sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.

Baca juga :  Heboh!! Sumur Bor di Kecamatan Kadur Pamekasan Semburkan Air Setinggi 15 Meter

Atas dasar itu, Umar Faruk memberikan peringatan keras agar SPPG benar-benar bekerja sesuai petunjuk teknis dan aturan yang berlaku, serta menolak segala bentuk intervensi pihak luar.

“Kalau tidak segera dibenahi, kepercayaan publik terhadap program MBG bisa runtuh,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dipimpin Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfudz, untuk segera turun tangan meski anggaran resmi belum cair.

“Satgas harus cepat action. Ini persoalan mendesak, jangan sampai citra program MBG tercoreng di mata masyarakat,” pungkasnya. (san/nda)

Baca juga :  Puluhan Warga Pergerakan Ikuti Pelatihan Basis, Tingkatkan Mutu SDM dan Pererat Solidaritas

Berita Terkait

Nyanyian Sumbang Eks Kadisdik Sampang, Pengajuan JC Fadeli Tak Kunjung Diterima Kejari
Lima Kawasan Pesisir Sampang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Desa Dharma Mulai Digarap
Pemkab Sampang Libatkan 12 SPBU Bahas Pelayanan BBM Bersubsidi
Viral Menu Sempol MBG di SDN Ketapang Timur 1, SPPG Birat Barat Jadi Sorotan
Hasil Tangkapan Ikan Minim, Nelayan Mandangin Pilih Tambatkan Perahu
Nyalakan Sound System Malam-Malam, Mertua Dihabisi Menantu Pakai Parang 
Mohammad Fadeli Masuk Bui, Nasrul Hidayat Jadi Pengganti
Polantas Sampang Diminta Tak Sekadar Menindak, Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Ukuran Utama

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 03:43 WIB

Nyanyian Sumbang Eks Kadisdik Sampang, Pengajuan JC Fadeli Tak Kunjung Diterima Kejari

Jumat, 25 September 2026 - 03:29 WIB

Lima Kawasan Pesisir Sampang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Desa Dharma Mulai Digarap

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Pemkab Sampang Libatkan 12 SPBU Bahas Pelayanan BBM Bersubsidi

Kamis, 24 September 2026 - 05:32 WIB

Viral Menu Sempol MBG di SDN Ketapang Timur 1, SPPG Birat Barat Jadi Sorotan

Kamis, 24 September 2026 - 05:29 WIB

Hasil Tangkapan Ikan Minim, Nelayan Mandangin Pilih Tambatkan Perahu

Berita Terbaru