Maksimalkan Sarpras dan SDM, IAIN Madura Siap Beralih Status Menjadi UIN Madura

- Jurnalis

Kamis, 10 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, klikmadura.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura terus bergerak cepat dalam memenuhi persyaratan peralihan status menjadi universitas. Sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang ada terus disiapkan secara maksimal.

Penambahan empat professor atau guru besar oleh Kementerian Agama (Kemenag) menjadi modal besar bagi IAIN Madura untuk melakukan transformasi atau alih status menjadi UIN Madura.

Rektor IAIN Madura Dr. H. Syaiful Hadi M.Pd menerangkan, IAIN Madura sudah sangat layak beralih status menjadi UIN Madura. Penilaian itu jika melihat kondisi kampus dari sarpras dan SDM saat ini.

Baca juga :  Gubernur Jatim Hadiri Coaching PTKIS dan Ma’had Aly di Banyuanyar Pamekasan, Singgung Minimnya Penerima Beasiswa di Madura

“Yang terpenting kami sebagai institusi berjuang memperbaiki, eksternal boleh menilai dan itu akan menjadi kritik dan saran untuk perbaikan kampus kedepannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, IAIN Madura sudah luar biasa dengan adanya tambahan 4 professor atau guru besar. Dengan demikian, totalmada 7 guru besar. Bahkan, 6 di antaranya lahir dari rahim IAIN Madura sendiri.

“IAIN Madura sudah top, sudah ada 7 professor yang diharapkan akan memperkaya aktivitas akademik dan kemajuan lainnya,” ucapnya.

Ketujuh profesor itu yakni, Prof. Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag, guru besar di bidang Ilmu Pemikiran Politik Islam. Kemudian, Prof. Dr. Moh. Zahid, M.Ag sebagai guru besar dalam Bidang Ilmu Ulumul Qur’an, serta Prof. Dr. H. Asyari M.Ag.

Baca juga :  Disdikbud Pamekasan Pastikan Tak Ada Regrouping Sekolah Dasar Tahun Ini

Tambahan guru besar baru yang telah dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka pada Sabtu (05/08/2023) yakni, guru besar bidang Pendidikan Islam, Prof. Dr. Mohammad Kosim, M.Ag dan Prof, Dr. Muchlis Solichin, M.Ag.

Sedangkan Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I merupakan guru besar di bidang Filsafat Pendidikan Islam dan Prof. Dr. Maimun, M.H.I bidang Hukum Islam.

Syaiful Hadi berharap, alih status itu segera terlaksana. Dia menargetkan, tahun ini IAIN Madura sudah bertransformasi menjadi UIN Madura.

Peralihan status itu diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Madura dan Indonesia pada umumnya. Beberapa pengembangan program studi akan dilakukan manakala perubahan status itu sudah terealisasi. Di antaranya, prodi tentang islamic studies, sosial humaniora dan ketiga ilmu-ilmu eksakta.

Baca juga :  Pengurus HMPS Ekonomi Syariah IAIN Madura Dibekali Kemampuan Kewirausahaan

“Hal itu akan menjadi kebanggaan kita bersama kedepannya, tidak meninggalkan kultur keislamannya tapi bisa terintegrasi. Makanya kami menyebut bahwa IAIN Madura menjadi UIN Madura adalah kampus Tanean Lanjhang ilmu pengetahuan Islam integratif,” tuturnya dengan penuh semangat. (zhrh/diend)

Berita Terkait

Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim
Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik
Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret
PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta
Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar
Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan
Satpol PP dan Damkar Pamekasan Tambah Armada Baru, Anggarkan Rp1,5 Miliar
Disdikbud Pamekasan Rencanakan Perluasan Museum Mandhilaras, Targetkan Realisasi 2027

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:42 WIB

PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Berita Terbaru