Kadinkes Pamekasan Sukses Berkebun di Tengah Kesibukan Mengabdi kepada Masyarakat

- Jurnalis

Senin, 27 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin berbincang dengan kru Klik Madura di kebun alpukat Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura.

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin berbincang dengan kru Klik Madura di kebun alpukat Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura.

RINTIK hujan membasahi dedaunan Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Kendaraan lalu lalang menapaki jalanan yang mulai basah.

Sementara, di persimpangan jalan terlihat sosok laki-laki sibuk berbincang dengan sejumlah ibu-ibu. Sesekali, terdengar tawa lepas dari makhluk “paling kuat” dunia itu.

Penampilan laki-laki yang melayani perbincangan itu sangat menarik. Tubuhnya yang tinggi dilengkapi topi koboi di kepalanya membuat perawakannya bak seorang koboi.

Sosok pria itu adalah Saifuddin. Orang-orang disekelilingnya biasa menyapanya dengan sapaan Dokter Sai. Ya, si pekebun itu seorang dokter. Bahkan, bukan sembarang dokter, dia juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan.

Ibu-ibu yang berbincang renyah itu adalah teman-teman satu almamaternya. Mereka adalah anggota dan pengurus Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) yang berkunjung ke kebun untuk memetik alpukat hasil tanam Dokter Sai.

Baca juga :  Reaktivasi Rel Kereta Api dan Pembangunan Tol Madura Dinilai Harus Segera Direalisasikan

Dokter Sai ternyata bukan hanya ahli medis. Dia juga ahli tanaman. Sembari memetik buah Alpukat jenis Markus, dia dengan fasih menjelaskan karakteristik tanaman spesies asal Hawai itu.

Sedikitnya, ada lima jenis tanaman Alpukat yang berhasil tumbuh subur di lahannya. Yakni, jenis Markus, Aligator, Kelud, Micky dan Hass yang disebut-sebut berasal dari Australia.

Lahan yang berada tepat di pinggir jalan Pegantenan itu juga ditanami berbagai jenis pohon durian. Mulai dari durian Musang King hingga Black Thorn yang sama-sama berasal dari Negeri Jiran, Malaysia.

Tidak berhenti sampai di situ, Doker Sai rupanya belum puas dengan hanya berhasil menanam pohon alpukat dan durian. Lahan dengan luas sekitar satu hektare itu juga ditanami kopi.

Baca juga :  Diduga Dipepet Penjambret, Perempuan 60 Tahun Tewas Usai Alami Laka Tunggal

Kelak, Dokter Sai berencana akan beternak musang di lahan kopi itu, agar kopi yang ditanam bisa dimakan kemudian menjadi kopi luwak yang harganya kadang tidak karu-karuan. 

Dokter Sai menceritakan awal mulai menemuki bisnis perkebunan itu. Kegemarannya menanam ternyata bermula saat Covid-19 melanda Indonesia pada tahun 2020 lalu.

Korona telah membuatnya jatuh cinta. Cinta secinta cintanya pada tanaman. Saat negera membuat kebijakan pembatasan interaksi antar manusia, Dokter Sai meningkatkan intensitas interaksi dengan tanaman.

Berawal dari puluhan pohon alpukat yang ditanam, kini berkembang menjadi ratusan. Pohon-pohon yang ditanam dengan cinta dan dipupuk dengan kasih sayang itu kini sudah berbuah sangat lebat, besar-besar dan rasanya nikmat.

Baca juga :  SPPG Yayasan As-Salman Ditutup BGN, Ribuan Siswa di Pamekasan Belum Terima MBG

“Awal-awal, kita harus menyiapkan media tanam dengan baik, kita juga harus memahami karakteristik dari tanaman itu sendiri,” kata Dokter Sai saat berbincang dengan Klik Madura.

Berkat kegigihan dan kesabarannya, kebun yang dirawat Dokter Sai terbilang sukses. Banyak warga hingga komunitas berkunjung ke lahan perkebunan itu untuk memetik buah dan menikmatinya langsung.

Dokter Sai akan terus mengembangkan hobi yang mengasilkan itu. Saat sekarang, dia berencana membeli lahan-lahan di sekitar kebunnya untuk pengembangan.

Perkebunan yang dikembangkan itu bukan hanya untuk mencari keuntungan finansial. Tetapi, juga sebagai upaya untuk menjaga kelestarian alam.

“Menyambung dengan arahan Bapak Presiden Prabowo bahwa ASN harus menanam, saya sudah mengawali menanam,” katanya sembari tertawa bersama kru Klik Madura. (diend)

Berita Terkait

ASN Pamekasan WFH Setiap Jumat, Bupati Tekankan Efisiensi dan Perubahan Budaya Kerja
Berangkat Ngantor Naik Sepeda, Kadisdikbud Pamekasan Ajak ASN Hemat BBM Sekaligus Jaga Kebugaran
Bocah 5 Tahun di Kecamatan Pasean Tewas Diserang Monyet Peliharaan, Polisi Selidiki Pemilik
Keterangan Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Berbeda dari BAP, Kuasa Hukum Korban Berharap Hukuman Seumur Hidup
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Pamekasan Siapkan Edaran Hemat BBM
SPPG Yayasan As-Salman Ditutup BGN, Ribuan Siswa di Pamekasan Belum Terima MBG
Setahun Jabatan Bupati-Wabup, Ketua Dewan Minta Fokus Reformasi Birokrasi dan Kurangi Seremonial
Paripurna LKPJ 2025, DPRD Pamekasan Ingatkan Kinerja Awal Bupati Belum Maksimal

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 08:41 WIB

ASN Pamekasan WFH Setiap Jumat, Bupati Tekankan Efisiensi dan Perubahan Budaya Kerja

Kamis, 2 April 2026 - 08:04 WIB

Berangkat Ngantor Naik Sepeda, Kadisdikbud Pamekasan Ajak ASN Hemat BBM Sekaligus Jaga Kebugaran

Kamis, 2 April 2026 - 05:29 WIB

Bocah 5 Tahun di Kecamatan Pasean Tewas Diserang Monyet Peliharaan, Polisi Selidiki Pemilik

Rabu, 1 April 2026 - 13:32 WIB

Keterangan Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Berbeda dari BAP, Kuasa Hukum Korban Berharap Hukuman Seumur Hidup

Rabu, 1 April 2026 - 12:31 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Pamekasan Siapkan Edaran Hemat BBM

Berita Terbaru