138 Usulan Revitalisasi SD Sampang Tak Terealisasi, 7 Sekolah Malah Dapat Jalur Aspirasi

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi SDN Mandulang 2 yang mengalami rusak parah. (KLIKMADURA)

Kondisi SDN Mandulang 2 yang mengalami rusak parah. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Sebanyak 138 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang diusulkan melalui jalur reguler untuk mendapatkan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2026. Namun, belum satu pun terealisasi.

Di tengah kondisi tersebut, tujuh sekolah justru mendapatkan anggaran revitalisasi melalui jalur aspirasi. Perbedaan jalur pengusulan itu kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai mekanisme penetapan sekolah penerima program pemerintah pusat.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Moh. Yusuf, membenarkan bahwa hingga tahun ini belum ada usulan reguler dari Pemkab Sampang yang mendapatkan realisasi program revitalisasi Kemendikdasmen.

Menurut Yusuf, Disdik Sampang hanya menjalankan proses pengusulan sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah pusat. Sementara keterbatasan fiskal daerah membuat Pemkab Sampang belum mampu menangani seluruh kebutuhan rehabilitasi sekolah melalui APBD.

Baca juga :  Viral! Warga Ngamuk di RSUD Sampang Gara-Gara Dilarang Masuk

“Program revitalisasi tahun ini belum ada yang terealisasi, karena itu program pemerintah pusat. Kami hanya sebatas mengusulkan 138 sesuai kuota yang ditentukan Kemendikdasmen. Karena anggaran pemerintah daerah yang minim, melalui DAU hanya ada lima SD yang mendapatkan rehabilitasi,” ujar Yusuf, Rabu (7/10/2026).

Yusuf menjelaskan, tujuh sekolah yang memperoleh anggaran revitalisasi pada 2026 bukan berasal dari daftar usulan reguler Disdik Sampang. Sekolah-sekolah tersebut mendapatkan anggaran melalui jalur aspirasi.

“Tahun ini ada tujuh sekolah yang mendapatkan anggaran revitalisasi melalui usulan aspirasi di luar pemerintah daerah. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena keputusan mutlak ada di pemerintah pusat untuk program revitalisasi itu,” jelasnya.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di Sampang masih cukup besar. Disdik Sampang sebelumnya menerima lebih dari 200 laporan mengenai lembaga pendidikan yang memiliki ruang kelas dalam kondisi rusak.

Baca juga :  Kasus Dugaan Penyimpangan Dana BOS SMKN 1 Sampang Mandek, Kinerja Kejaksaan Dipertanyakan

Namun, kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan rehabilitasi melalui APBD masih terbatas. Pada 2026, melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Pemkab Sampang hanya mampu mengalokasikan rehabilitasi untuk lima SD.

Dikaitkan dengan Polemik Kunjungan Menteri

Perbedaan antara usulan reguler dan jalur aspirasi tersebut kemudian dikaitkan dengan polemik kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ke Kabupaten Sampang pada 16 Desember 2025.

Dalam kunjungan tersebut, kegiatan Menteri di Pendopo Trunojoyo Sampang sempat menjadi perhatian publik karena adanya persoalan yang muncul saat agenda berlangsung.

Setelah 138 usulan reguler dari Sampang tidak mendapatkan realisasi, sementara tujuh sekolah memperoleh anggaran melalui jalur aspirasi, muncul dugaan di tengah masyarakat bahwa polemik kunjungan Menteri tersebut memiliki kaitan dengan tidak terealisasinya usulan pemerintah daerah.

Namun, dugaan tersebut belum terkonfirmasi. Tidak ada keterangan yang memastikan adanya hubungan antara polemik kunjungan Menteri dengan kebijakan penetapan penerima program revitalisasi.

Baca juga :  690.675 Surat Suara DPD Tiba di Gudang Penyimpanan Logistik KPU Pamekasan

Yusuf juga memilih tidak memberikan penilaian terkait dugaan faktor politik yang dikaitkan dengan program tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan kewenangan dalam proses pengusulan.

“Kalau itu urusan politik, kami tidak tahu dan tidak mau ikut campur,” pungkasnya.

Dengan demikian, hingga 2026 sebanyak 138 usulan revitalisasi SD yang diajukan Pemkab Sampang melalui jalur reguler belum mendapatkan realisasi dari program pemerintah pusat. Di sisi lain, tujuh sekolah tercatat memperoleh anggaran melalui jalur aspirasi.

Kondisi tersebut berlangsung ketika kebutuhan rehabilitasi sekolah di Sampang masih tinggi. Lebih dari 200 laporan kerusakan ruang kelas telah diterima Disdik, sementara kemampuan anggaran daerah untuk menangani seluruh kebutuhan tersebut masih terbatas. (ali/nda)

Berita Terkait

25 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Sampang, Job Fair Digelar 21 Oktober
Pemkab Sampang Fasilitasi Kepulangan PMI Asal Rong Tengah dari Libya
14 Desa di Sampang Jadi Sasaran PAMSIMAS, Anggaran Rp7 Miliar Disiapkan
Kekeringan Mulai Merambah Wilayah Kota Sampang, Warga Jalan Aji Gunung Kesulitan Air Bersih
Ada Jejak Pembayaran Rp17,4 Juta, Disdik Sampang Sebut Pengadaan Seragam Olahraga Dibatalkan
Emil Dardak Ziarah ke Makam R.P. Mohammad Noer di Sampang, Bagian Rangkaian Hari Jadi ke-81 Jatim
Beda Kualitas, Beda Harga! Ini Rincian Harga Garam Sampang dari K3 hingga K1
60 Paket PJU Dipadatkan Jadi 8 Tender, Komisi III Sampang Ingatkan Dishub Tak Abaikan Syarat Teknis

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:19 WIB

25 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Sampang, Job Fair Digelar 21 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:12 WIB

138 Usulan Revitalisasi SD Sampang Tak Terealisasi, 7 Sekolah Malah Dapat Jalur Aspirasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Pemkab Sampang Fasilitasi Kepulangan PMI Asal Rong Tengah dari Libya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:40 WIB

14 Desa di Sampang Jadi Sasaran PAMSIMAS, Anggaran Rp7 Miliar Disiapkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Kekeringan Mulai Merambah Wilayah Kota Sampang, Warga Jalan Aji Gunung Kesulitan Air Bersih

Berita Terbaru