SAMPANG || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memfasilitasi proses kepulangan Nurul Hasanah, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Rong Tengah, Kecamatan / Kabupaten Sampang yang saat ini berada di Benghazi, Libya.
Langkah tersebut dilakukan setelah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang menerima informasi mengenai kondisi Nurul selama bekerja di Libya. Penanganannya kini dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di luar negeri.
Kabid Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, mengatakan keluarga Nurul telah diminta menyiapkan sejumlah dokumen untuk memenuhi persyaratan pengajuan kepulangan.
Dokumen tersebut nantinya diteruskan kepada kementerian terkait dan perwakilan Indonesia untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
“Nurul dilaporkan berada di Libya selama sekitar delapan bulan. Sebelumnya, dia sempat berada di Dubai selama sekitar 13 hari setelah berangkat dari Indonesia pada Januari 2026,” kata Uriantono, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, Nurul telah menyampaikan keinginan untuk kembali ke Indonesia karena merasa tidak lagi kuat menjalani kondisi pekerjaannya di Libya. Berdasarkan informasi yang diterima Disnaker, Nurul menjalani jam kerja yang panjang dan sempat mengalami gangguan kesehatan.
Disnaker Sampang saat ini memprioritaskan fasilitasi kepulangan Nurul melalui koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
“Untuk mempercepat penanganan, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Luar Negeri dan KBRI,” ujarnya.
Selain proses kepulangan, Disnaker juga membuka kemungkinan pendampingan apabila keluarga ingin menempuh jalur hukum jika nantinya ditemukan dugaan pelanggaran dalam proses keberangkatan Nurul.
Uriantono menyebut keluarga untuk saat ini lebih memprioritaskan agar Nurul dapat segera kembali ke Indonesia. Namun, pemerintah tetap siap memberikan pendampingan apabila persoalan tersebut hendak dilanjutkan melalui proses hukum terhadap pihak yang diduga memberangkatkan Nurul secara nonprosedural. (ali/nda)














