PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman angkat bicara terkait sorotan DPRD terhadap pengurangan anggaran pemeliharaan jalan dalam rancangan Perubahan APBD 2026.
Orang nomor satu di kota gerbang salam itu menjelaskan bahwa perubahan alokasi anggaran seharusnya tidak dimaknai sebagai berkurangnya perhatian Pemkab terhadap pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur jalan.
Menurutnya, penyesuaian belanja dalam perubahan APBD itu adalah bagian dari evaluasi keseluruhan struktur anggaran daerah. Keputusan itu juga sudah mempertimbangkan kemampuan keuangan serta skala prioritas pembangunan yang harus dibiayai Pemkab.
“Perubahan alokasi itu harus dilihat dalam keseluruhan struktur APBD. Jika ada penurunan pada satu pos belanja, bukan berati Pemkab kurang perhatian terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan,” katanya.
Bupati dua periode itu membantah adanya anggapan bahwa berkurangnya anggaran pemeliharaan jalan terjadi akibat meningkatnya kegiatan swadaya masyarakat. Menurutnya, anggaran itu dialihkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan lain yang dinilai lebih prioritas.
“Bukan, penyesuaian anggaran itu dilakukan bukan karena masyarakat banyak melakukan perbaikan swadaya. Anggaran di geser ke yang lain untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang jadi prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.
Kholilurrahman mengatakan bahwa infrastruktur masih tetap menjadi bagian agenda prioritas pembangunan Pemkab. Namun, hanya saja pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah dan arah kebijakan pembangunan yang ditetapkan dalam Perubahan APBD 2026.
“Pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu program prioritas pemkab, hanya saja perlu adanya penyesuaian dengan kemampuan fiskal daerah.” Tandasnyq.
Untuk diketahui, Dalam rancangan perubahan APBD 2026, alokasi pemeliharaan jalan yang sebelumnya berada di kisaran Rp4,03 miliar turun menjadi sekitar Rp1,94 miliar. Dengan demikian, terjadi pengurangan sekitar Rp2,09 miliar atau lebih dari 51 persen. (ibl/nda).














