Imigrasi Gandeng ITB Bangun “Pagar Digital”, Drone Siaga 24 Jam Awasi Perbatasan RI

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memimpin rakor bersama tim dari ITB terkait pagar digital. (KLIKMADURA)

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko memimpin rakor bersama tim dari ITB terkait pagar digital. (KLIKMADURA)

JAKARTA || KLIKMADURA – Direktorat Jenderal Imigrasi menggandeng Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) menginisiasi program “Pagar Digital”, sistem pengawasan perbatasan berbasis drone.

Program tersebut diproyeksikan memperkuat pengamanan wilayah perbatasan yang selama ini rawan dimanfaatkan untuk perlintasan ilegal.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, gagasan itu lahir setelah dirinya melihat perkembangan teknologi pengamanan perbatasan saat menghadiri pameran pertahanan di Singapura.

Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu menghasilkan teknologi dengan kualitas setara produk luar negeri.

“Saya melihat berbagai teknologi canggih untuk pengamanan perbatasan, tetapi tidak ada yang merupakan karya anak bangsa. Padahal SDM kita memiliki kemampuan yang tidak kalah bersaing,” ujarnya.

Baca juga :  Alhamdulillah, Syaikhona Kholil Bangkalan Resmi Sandang Gelar Pahlawan Nasional

Hendarsam menjelaskan, Indonesia memiliki garis perbatasan darat sepanjang 3.111 kilometer. Namun, jumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan Pos Lintas Batas (PLB) yang tersedia masih sangat terbatas.

Data Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) darat periode Januari hingga April 2026 mencatat sebanyak 679.867 orang melintas secara resmi.

Tantangan terbesar justru berasal dari jalur-jalur tikus yang berpotensi menjadi pintu masuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan manusia, dan penyelundupan komoditas.

Program “Pagar Digital” akan diprioritaskan di perbatasan darat Kalimantan-Malaysia, Papua-Papua Nugini, dan Nusa Tenggara Timur-Timor Leste. Sementara untuk wilayah laut, pengawasan difokuskan di Kepulauan Riau, Batam, dan jalur penyeberangan di sekitarnya.

Baca juga :  Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI 8 Persen, HKI Siapkan Investasi Rp 200 Triliun

Imigrasi akan memanfaatkan drone hasil pengembangan ITB sejak 2019 yang diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia. Drone tersebut dirancang mampu beroperasi selama 24 jam nonstop dengan dukungan panel surya sebagai sumber energi.

Sistem pengawasan ini menggabungkan Drone HALE untuk pemantauan dari ketinggian sekitar 1.000 meter dan Drone Mantis untuk melakukan pendekatan taktis. Kedua drone bekerja secara terpadu ketika mendeteksi aktivitas mencurigakan di wilayah perbatasan.

Menurut Hendarsam, keunggulan utama “Pagar Digital” adalah kemampuan memberikan situational awareness secara real time. Sistem akan langsung mengirimkan koordinat ke pos imigrasi atau penjaga perbatasan ketika drone mendeteksi pergerakan di area blind spot.

Baca juga :  Dasco Telpon Menkes Desak Atasi KLB Campak di Sumenep

“Saat drone mendeteksi pergerakan di blind spot perbatasan, sistem langsung mengirimkan koordinat ke pos imigrasi atau penjaga perbatasan terdekat. Langkah ini memangkas waktu respons patroli secara drastis,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan drone juga memperluas jangkauan pengawasan petugas di lapangan. Selain lebih cepat memperoleh data awal, biaya operasionalnya juga lebih efisien dibandingkan mengoperasikan aset udara berawak.

Program “Pagar Digital” diproyeksikan menjadi fondasi penguatan keamanan siber di lingkungan keimigrasian nasional. Kolaborasi Imigrasi, ITB, dan PT Dirgantara Indonesia juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi nasional sekaligus menekan perlintasan ilegal di wilayah perbatasan. (nda)

Berita Terkait

MKD DPR RI Panggil Aboe Bakar PKS, Buntut Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika 
Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika, Aboe Bakar PKS Akhirnya Minta Maaf
Imigrasi Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Keimigrasian Dipastikan Tetap Normal
Dirjen Imigrasi Baru Ditantang Tingkatkan Layanan, Staf Ahli Jadi “Radar” Kebijakan Menteri
Menteri Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian
Layanan Imigrasi Tutup Sementara Saat Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Masyarakat Diminta Urus Dokumen Sebelum 17 Maret
Imigrasi Siaga Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah, Overstay WNA Digratiskan
MUI Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Ali Khamanei, Serukan Penghentian Eskalasi Militer

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:46 WIB

Imigrasi Gandeng ITB Bangun “Pagar Digital”, Drone Siaga 24 Jam Awasi Perbatasan RI

Selasa, 14 April 2026 - 00:43 WIB

MKD DPR RI Panggil Aboe Bakar PKS, Buntut Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika 

Sabtu, 11 April 2026 - 00:08 WIB

Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika, Aboe Bakar PKS Akhirnya Minta Maaf

Jumat, 10 April 2026 - 07:22 WIB

Imigrasi Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Keimigrasian Dipastikan Tetap Normal

Rabu, 1 April 2026 - 11:15 WIB

Dirjen Imigrasi Baru Ditantang Tingkatkan Layanan, Staf Ahli Jadi “Radar” Kebijakan Menteri

Berita Terbaru