Madura Akhirnya Punya Fakultas Kedokteran, UTM Kantongi Izin Resmi dari Pemerintah

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor 3 Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim (baju putih) menunjukkan miniatur Fakultas Kedokteran kepada Pemred Klik Madura, Prengki Wirananda beberapa waktu lalu. (DOK. KLIKMADURA)

Wakil Rektor 3 Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim (baju putih) menunjukkan miniatur Fakultas Kedokteran kepada Pemred Klik Madura, Prengki Wirananda beberapa waktu lalu. (DOK. KLIKMADURA)

BANGKALAN || KLIKMADURA – Penantian panjang masyarakat Madura untuk memiliki pendidikan kedokteran di kampus negeri akhirnya terwujud. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi memperoleh lampu hijau dari pemerintah untuk membuka Program Studi Kedokteran jenjang Sarjana sekaligus Program Profesi Dokter.

Persetujuan tersebut diberikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 610/B/O/2026 yang diterbitkan pada Selasa, 2 Juni 2026.

Dengan keluarnya keputusan itu, UTM kini memiliki kewenangan penuh untuk menyelenggarakan pendidikan dokter di kampus yang berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kampus negeri pertama di Madura. Upaya yang dirintis selama bertahun-tahun akhirnya berbuah hasil setelah melalui serangkaian tahapan evaluasi dan verifikasi dari pemerintah pusat.

Rektor UTM, Prof Dr Safi’, SH, MH, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja panjang seluruh sivitas akademika dalam memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga :  Usai Jadi Tuan Rumah Puncak Hardiknas Jatim 2026, Pemkab Pamekasan Siap Isi 117 Kursi Plt Kepala SD dan Benahi Sekolah Rusak

“Alhamdulillah akhirnya (izin) keluar juga, UTM sudah mendapatkan izin penyelenggaraan pendidikan kedokteran,” katanya.

Izin pembukaan program studi itu merupakan tindak lanjut atas permohonan yang diajukan UTM sejak akhir 2024. Selain itu, rekomendasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII juga menjadi bagian dari proses yang mengantarkan terbitnya keputusan menteri.

Dalam proses penilaian, UTM harus membuktikan kesiapan pada sejumlah aspek krusial. Pemerintah menitikberatkan evaluasi pada kecukupan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan, kesiapan fasilitas pendidikan dan laboratorium, serta kelengkapan kurikulum yang akan diterapkan kepada mahasiswa.

Berbagai tahapan asesmen, baik melalui pemeriksaan dokumen maupun kunjungan lapangan, telah dijalani. Hasilnya, seluruh komponen yang dipersyaratkan dinyatakan memenuhi standar.

Baca juga :  Dibaca di Hadapan Para Tokoh NU, Ini Isi Lengkap Puisi Bunda Zaenab

“Alhamdulillah ketiganya dinyatakan lulus, baik asesmen dokumen maupun asesman lapangan. Sehingga kami sudah mendapatkan izin untuk segera menyelenggarakan kegiatan pendidikan kedokteran,” jelas Prof Safi’.

Pada tahun akademik perdana, Program Studi Kedokteran UTM akan menerima paling banyak 50 mahasiswa. Kuota tersebut akan dibagi ke dalam dua rombongan belajar agar proses pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

Saat ini kampus tengah mematangkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pembukaan pendaftaran. Informasi resmi mengenai mekanisme penerimaan mahasiswa baru dijadwalkan mulai diumumkan pada Rabu, 3 Juni 2026.

Karena seluruh jalur seleksi nasional perguruan tinggi telah berakhir, calon mahasiswa yang berminat masuk Fakultas Kedokteran UTM nantinya akan diseleksi melalui jalur mandiri yang disiapkan kampus.

Baca juga :  Minta Uang Pelicin, Kejati Jatim Tetapkan Pejabat DPRKP Sumenep sebagai Tersangka Kasus BSPS

“Jadi kami masih ada kesempatan membuka pendaftaran mahasiswa baru prodi kedokteran di jalur mandiri karena jalur nasional sudah lewat. SDM Prodi Kedokteran maupun sarana prasarana dan kurikulum sudah siap,” tegasnya.

Kehadiran Fakultas Kedokteran UTM tidak hanya menjadi prestasi institusi pendidikan, tetapi juga membawa harapan besar bagi masyarakat Madura.

Selama ini, banyak lulusan SMA sederajat yang bercita-cita menjadi dokter harus bersaing di luar daerah karena belum tersedia pendidikan kedokteran di pulau tersebut.

Dengan hadirnya program studi baru itu, akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri Madura menjadi semakin terbuka. Di sisi lain, keberadaan fakultas tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan tenaga medis yang dibutuhkan untuk memperkuat layanan kesehatan di Madura dan wilayah sekitarnya. (nda)

Berita Terkait

UTM Jadi Tuan Rumah Kongres APSMBI 2026, Libatkan 75 Perguruan Tinggi dan Angkat Isu SDGs
Lima Hari Pria ODGJ Meresahkan di Pasar Blega, Warga Harap Segera Ada Penanganan
Tragis! Ganti Ban di Akses Suramadu, Sopir Truk Asal Sampang Tewas Tertabrak dari Belakang
UTM Dampingi Warga Lestarikan Tari Topeng Patenteng, Ritual Sakral Meminta Hujan di Bangkalan
Akademisi UTM Sebut Usulan Parliamentary Threshold 6 Persen Punya Rasionalitas Kelembagaan
Hari Kesaktian Pancasila, PLN Validasi Inovasi OMP untuk Percepat Penanganan Padam di Bangkalan
Imigrasi Pamekasan Edukasi Mahasiswa Asing UTM, Tekankan Larangan Bekerja dengan Izin Tinggal Pendidikan
Perkuat Pengawasan Orang Asing Lintas Sektor, Kantor Imigrasi Pamekasan Gelar Rapat Bersama Timpora Bangkalan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:49 WIB

Lima Hari Pria ODGJ Meresahkan di Pasar Blega, Warga Harap Segera Ada Penanganan

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:30 WIB

Tragis! Ganti Ban di Akses Suramadu, Sopir Truk Asal Sampang Tewas Tertabrak dari Belakang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:56 WIB

UTM Dampingi Warga Lestarikan Tari Topeng Patenteng, Ritual Sakral Meminta Hujan di Bangkalan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Akademisi UTM Sebut Usulan Parliamentary Threshold 6 Persen Punya Rasionalitas Kelembagaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:50 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Validasi Inovasi OMP untuk Percepat Penanganan Padam di Bangkalan

Berita Terbaru

Pengendara melintas di area penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kabupaten, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Senin (19/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Pamekasan

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 10:43 WIB