PAMEKASAN || KLIKMADURA – Rencana pembangunan Gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pamekasan hingga kini masih berproses. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mencari lokasi yang memenuhi syarat setelah dua titik yang sebelumnya dibidik dinyatakan tidak layak.
Kepala Dinsos Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu menyampaikan, dua lokasi yang sempat menjadi opsi berada di Desa Bajur, Kecamatan Waru dan Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pamekasan. Namun, hasil verifikasi, dua lahan tersebut belum memenuhi ketentuan teknis.
“Dua-duanya itu tidak memenuhi syarat. Yang di Desa Bajur secara geografis berbukit dan kemiringan lahannya tidak sesuai. Kemudian yang di Lawangan Daya luas lahannya kurang,” jelasnya.
Herman menerangkan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Di antaranya, luas lahan minimal lima hektare, akses jalan yang mudah dijangkau, kondisi lahan tidak berbukit, serta berstatus milik pemerintah.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada target waktu khusus untuk penetapan lokasi definitif. Meski demikian, pihaknya berharap proses pencarian bisa segera rampung agar pembangunan dapat direalisasikan secepatnya.
“Lebih cepat lebih baik. Lokasi masih terus dicari sampai sekarang,” terangnya.
Ia berharap lahan yang sesuai kriteria bisa segera ditemukan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat terealisasi tahun ini. Dengan begitu, para siswa nantinya bisa belajar dengan lebih nyaman dan semangat di gedung yang representatif.
“Iya ini kami usahakan semoga tahun ini sudah ada. Sambung doanya,” pungkasnya. (enk/nda)














