Wali Murid Keluhkan Menu MBG di Dua Sekolah Kecamatan Pademawu, Satgas MBG Diminta Turun Tangan

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG yang diterima siswa-siswi SDN Murtajih 2 Pamekasan. (ISTIMEWA)

Menu MBG yang diterima siswa-siswi SDN Murtajih 2 Pamekasan. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Keluhan terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di SDN Murtajih 2 dan TK Mathaliul Ulum yang berada di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Sejumlah wali murid mengeluhkan menu MBG yang dinilai tidak layak dan tidak sesuai standar gizi.

Menurut laporan yang diterima aktivis Formaasi Iklal, menu MBG yang dibagikan kepada siswa tidak layak.

Satu porsi di SDN Murtajih 2 ada yang hanya berisi telur puyuh dan kurma. Kemudian, di TK Mathaliul Ulum hanya berisi jajan merek Slai Olai dan biskuit.

Baca juga :  Ketua Dewan Pastikan Tak Masalah Anggota Dewan Masuk Paguyuban Mitra MBG, Dorong Lebih Berani Awasi SPPG

Para wali murid menilai sajian tersebut tidak memenuhi standar gizi dan harganya terlalu murah. Padahal , pemerintah pusat telah menganggarkan minimal Rp10.000 per porsi.

“Iya, wali murid melapor ke saya karena mereka tidak berani menyampaikan langsung ke publik. Menu yang diberikan sangat tidak layak dan jelas tidak sesuai standar gizi,” ujar Iklal saat dikonfirmasi.

Menu MBG kering yang diterima siswa-siswi TK Mataliul Ulum, Malangan Barat, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (ISTIMEWA)

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh Satgas MBG Kabupaten Pamekasan. Sebab, selain merugikan bagi penerima juga berpotensi melanggar hukum.

Baca juga :  MBG di Polagan Sampang Disorot, Menu Dinilai Tak Sesuai Standar Gizi

“MBG ini adalah hak setiap siswa yang diberikan negara. Jadi penyedia pangan harus memenuhi standar menu dan standar harga yang sudah ditentukan. Kalau tidak, tujuan program untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia menjadi tidak tercapai,” tegasnya.

Iklal menyatakan pihaknya telah menyiapkan laporan tertulis berisi temuan dan aduan wali murid, dan akan segera menyerahkannya kepada Satgas MBG Pamekasan.

Ia bahkan meminta satgas untuk turun langsung ke sekolah guna mengecek distribusi menu MBG dari penyedia pangan.

“Kalau nanti ditemukan ada yang sengaja memberikan menu di bawah standar dan ada indikasi permainan anggaran, maka Satgas MBG wajib memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional untuk mencabut izin SPPG yang bersangkutan,” imbuhnya. (nda)

Baca juga :  PMMKP Konsolidasi Pengurus, Perkuat Pengawasan Program MBG

Berita Terkait

Perda Pertanggungjawaban APBD Pamekasan Tahun 2025 Resmi Ditetapkan, Sejumlah Catatan Jadi Evaluasi
Harga Tembakau Turun, DPRD Pamekasan Ingatkan Pengusaha Soal BPP
Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat
KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class
Dua Ahli Waris Lahan TK ABA IV Pamekasan Penuhi Panggilan Polres, Sampaikan Kesaksian Dumas ke Polda Jatim
AJP Salurkan Air Bersih di 11 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Doanya Menembus Langit, Bang Ali Berangkatkan Angga dan Ibunya ke Tanah Suci Mekkah
Direktur Klik Madura Bekali Pengurus Organisasi Santri SDI Al-Munawwarah Public Speaking

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:11 WIB

Perda Pertanggungjawaban APBD Pamekasan Tahun 2025 Resmi Ditetapkan, Sejumlah Catatan Jadi Evaluasi

Senin, 7 September 2026 - 10:40 WIB

Harga Tembakau Turun, DPRD Pamekasan Ingatkan Pengusaha Soal BPP

Minggu, 6 September 2026 - 13:56 WIB

KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class

Minggu, 6 September 2026 - 07:51 WIB

Dua Ahli Waris Lahan TK ABA IV Pamekasan Penuhi Panggilan Polres, Sampaikan Kesaksian Dumas ke Polda Jatim

Minggu, 6 September 2026 - 07:46 WIB

AJP Salurkan Air Bersih di 11 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Berita Terbaru