PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 1.388 jamaah haji asal Kabupaten Pamekasan dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.
Dari jumlah tersebut, 14 jamaah memilih berangkat secara mandiri tanpa bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Pamekasan, Abdul Halim, menegaskan bahwa jamaah haji yang berangkat mandiri tetap mendapatkan pelayanan dan pengamanan yang sama dengan jamaah yang tergabung dalam KBIH.
“Dalam satu kloter sudah ada ketua kloter, pembimbing ibadah, perawat, dan dokter. Jadi tanggung jawab jamaah tetap di bawah ketua kloter dan tetap berkumpul bersama KBIH,” ujarnya.
Halim memastikan, meskipun pembiayaan dilakukan secara mandiri, jamaah tetap menjadi tanggung jawab penuh pemerintah selama proses ibadah haji berlangsung.
“Pelayanan dan keamanannya tetap sama. Tidak ada perbedaan antara jamaah mandiri dan jamaah KBIH,” tegasnya.
Untuk biaya haji tahun 2026, Halim menyebutkan sebesar Rp60,6 juta dengan setoran awal Rp25 juta. Sementara itu, jamaah yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar lama.
“Yang berangkat tahun ini ada tiga kloter. Mereka mendaftar sejak tahun 2012,” jelasnya.
Halim berharap seluruh jamaah haji dapat mematuhi prosedur yang telah ditetapkan, mengikuti petunjuk kiai dan praktisi haji, serta menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah.
“Jaga kesehatan, pola makan, tidur, dan tetap berolahraga. Apalagi saat ini di Tanah Suci sedang musim dingin, jadi harus benar-benar menjaga kondisi tubuh,” tukasnya. (enk/nda)














