Kumpulan Puisi Fardan,d 

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HITAMNYA KELUHAN 

Oleh: Fardan,d 

Kau berlumur kemaksiatan

Kau bersifat kemunafikan

Tajuk malam kau goreskan

Tatakan mulia di binasakan

Kau dia mana sang maha esa

Berlipur lara demi kau yang mulia

Kau butuh apa sang pembacot murka

Jejak musafirmu, bahkan laras manismu

Tidak mulia di depan sang pencipta

Tunduk, Sujud, Dzikir hanya perlu makanan keyakinan

Demi kau yang munafik jalanan

 

KETUKAN LANGIT 

 Oleh: Fardan,d 

Resah nya mendesik di telinga

Lantunan mahkroj yang selalu menepi di hatiku

Seakan-akan alam pun menunduk pada saat itu

Baca juga :  Penyesalan Masa Tua

Rayuan angin melewati sekujur tubuhku

Detak waktu semakin berdentang

Antara adzan berkumandang

Melangkah di setiap sujudnya

Bersyujud kepadanya

Memohon kepada sang pencipta

Kini dimanakah kau maha esa

 

API YANG REDUP 

Oleh: Fardan,d 

Tertata rapi menyelimuti mimpi

Tumpukan buku yang berjejer menepi

Rasanya merangkul bak mentari

Alam yang rapuh nan sunyi

Se akan rangkulnya permaisuri

Sandaran pahit yang melukai

Tombak lekat di tubuh ilahi

Bayangan hitam yang terkunci

Aaaapa ituuu sang putri?

Dia yang ku maksud permaisuri ilahi

 

TITIK KENCANA 

Baca juga :  Hidup Menjadi Anak Garam

Oleh: Fardan,d 

Langkah kaki

Tatakan rangka mulai kerasa nyeri

Tak sanggup rasanya untuk melanjuti

Retak krumuh mulai menyelimuti mimpi

Sang pengabdi tuntunan ilahi

Rangkul, Usung nurjana kelabu

Menutupi singgahnya batu

Tergelisah sentuhan syahdu

Sapaan rasa yang menggebu

 

DARAH RAKYAT

Oleh: Fardan,d 

Penegak tata negara Indonesia

Pelurus rencana negara

Berdasi rapi malah kolusi

Apakah berhak di hukum mati

Haluan kuping berisik

Menerkam penggelapan yang usik

Dimana Indonesia yang dulu

Ku rindu senyuman garudaku

Sujudnya para dewa terbelenggu

Memakan perut rakyat semakin membisu

Baca juga :  Bertolak Dari Arsip Sehari-hari

Diam, Dungu seperti tak punya otak lugu

Kian Indonesia semakin buta kalbu.

Berita Terkait

[CERPEN] You Can Call Me, Saaa…
Antara Komitmen dan Setia
Sepucuk Harapan M. Yamin
Aroma Kemerdekaan
Penyesalan Masa Tua
Hidup Menjadi Anak Garam
Yasir Batlimus Jelajah Nusantara dengan Jalan Kaki: Susuri Keindahan Alam Indonesia, Temukan Makna Hidup yang Sesungguhnya
Bertolak Dari Arsip Sehari-hari

Berita Terkait

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 10:05 WIB

[CERPEN] You Can Call Me, Saaa…

Selasa, 12 Agustus 2025 - 07:35 WIB

Antara Komitmen dan Setia

Senin, 14 Juli 2025 - 19:18 WIB

Kumpulan Puisi Fardan,d 

Selasa, 31 Desember 2024 - 03:06 WIB

Sepucuk Harapan M. Yamin

Jumat, 27 Desember 2024 - 02:39 WIB

Aroma Kemerdekaan

Berita Terbaru