HITAMNYA KELUHAN
Oleh: Fardan,d
Kau berlumur kemaksiatan
Kau bersifat kemunafikan
Tajuk malam kau goreskan
Tatakan mulia di binasakan
Kau dia mana sang maha esa
Berlipur lara demi kau yang mulia
Kau butuh apa sang pembacot murka
Jejak musafirmu, bahkan laras manismu
Tidak mulia di depan sang pencipta
Tunduk, Sujud, Dzikir hanya perlu makanan keyakinan
Demi kau yang munafik jalanan
KETUKAN LANGIT
Oleh: Fardan,d
Resah nya mendesik di telinga
Lantunan mahkroj yang selalu menepi di hatiku
Seakan-akan alam pun menunduk pada saat itu
Rayuan angin melewati sekujur tubuhku
Detak waktu semakin berdentang
Antara adzan berkumandang
Melangkah di setiap sujudnya
Bersyujud kepadanya
Memohon kepada sang pencipta
Kini dimanakah kau maha esa
API YANG REDUP
Oleh: Fardan,d
Tertata rapi menyelimuti mimpi
Tumpukan buku yang berjejer menepi
Rasanya merangkul bak mentari
Alam yang rapuh nan sunyi
Se akan rangkulnya permaisuri
Sandaran pahit yang melukai
Tombak lekat di tubuh ilahi
Bayangan hitam yang terkunci
Aaaapa ituuu sang putri?
Dia yang ku maksud permaisuri ilahi
TITIK KENCANA
Oleh: Fardan,d
Langkah kaki
Tatakan rangka mulai kerasa nyeri
Tak sanggup rasanya untuk melanjuti
Retak krumuh mulai menyelimuti mimpi
Sang pengabdi tuntunan ilahi
Rangkul, Usung nurjana kelabu
Menutupi singgahnya batu
Tergelisah sentuhan syahdu
Sapaan rasa yang menggebu
DARAH RAKYAT
Oleh: Fardan,d
Penegak tata negara Indonesia
Pelurus rencana negara
Berdasi rapi malah kolusi
Apakah berhak di hukum mati
Haluan kuping berisik
Menerkam penggelapan yang usik
Dimana Indonesia yang dulu
Ku rindu senyuman garudaku
Sujudnya para dewa terbelenggu
Memakan perut rakyat semakin membisu
Diam, Dungu seperti tak punya otak lugu
Kian Indonesia semakin buta kalbu.