Dorong Kesejahteraan Nelayan Sampang, Tim Pengabdian UTM Latih Pemetaan Partisipatif Peletakan Rumpon

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen UTM Dr. Maulina Kusuma Wardhani saat menyampaikan materi pelatihan kepada nelayan Sampang.

Dosen UTM Dr. Maulina Kusuma Wardhani saat menyampaikan materi pelatihan kepada nelayan Sampang.

SAMPANG || KLIKMADURA – Laut selatan Kabupaten Sampang kini punya harapan baru. Nelayan tradisional yang dulu hanya mengandalkan insting dalam mencari ikan, kini mulai didampingi teknologi canggih berupa GPS, drone, satelit hingga fish finder.

Program ini diinisiasi oleh tim pengabdian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui kegiatan “Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat”.

Program Pengabdian kepada Masyarakat merupakan program dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2025.

Dalam agenda bertajuk “Pemetaan Partisipatif Area Peletakan Rumpon di Perairan Selatan Kabupaten Sampang Jawa Timur” tersebut, UTM menggandeng kelompok nelayan KUB Selat Baru.

Baca juga :  Kasus Dugaan Penyimpangan Dana BOS SMKN 1 Sampang Mandek, Kinerja Kejaksaan Dipertanyakan

Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas nelayan agar lebih mandiri, produktif, sekaligus mendukung implementasi blue economy atau ekonomi biru. Kemudian, pembangunan ekonomi yang tetap menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

Nelayan diajak tidak sekadar melaut, tapi juga membaca laut dengan teknologi. Melalui pemetaan partisipatif, para nelayan dilatih menentukan titik strategis untuk peletakan rumpon yang jadi tempat berkumpulnya ikan.

Dosen UTM Dyah Ayu Sulistiyo Rini, S.Kel., M.T, saat melatih nelayan Sampang mengoperasikan teknologi canggih dalam mencari ikan. (ISTIMEWA) 

Nelayan juga diberi pelatihan teknologi disampaikan oleh Dyah Ayu Sulistiyo Rini, S.Kel, M.T. Pelatihan tersebut dilaksanakan di hari yang sama. Yakni, Sabtu (13/9/2025).

Baca juga :  Akibat Ketimpangan Pembangunan dan Jauhnya Layanan Publik Dasar, Akademisi Dorong Pemekaran Kepulauan Kangean

“Dengan GPS, drone, dan fish finder, nelayan tidak lagi meraba-raba. Mereka bisa menentukan lokasi rumpon dengan tepat, sehingga hasil tangkapan lebih maksimal sekaligus menjaga kelestarian laut,” kata Dyah Ayu Sulistiyo Rini, S.Kel, M.T.

Sementara itu, Dr. Maulinna Kusumo Wardhani yang memimpin pelatihan pemetaan menyampaikan, partisipasi aktif masyarakat adalah kunci suksesnya kegiatan tersebut.

“Nelayan tidak hanya jadi objek, tapi juga subjek. Mereka ikut menggali permasalahan, potensi, hingga solusi. Jadi ke depan, mereka bisa mandiri memetakan dan mengelola perairannya sendiri,” ujarnya.

Modifikasi rumpon dan fish apartment hasil inovasi nelayan atas bimbingan dosen UTM.

Program ini tak berhenti pada pelatihan teknis. Sebelumnya, pada 30 Juli 2025, tim pengabdian UTM juga memberikan penyuluhan hukum terkait Permen KP No 36 Tahun 2023 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan.

Baca juga :  Solusi Nyata Wujudkan Provinsi Madura

Penyuluhan ini melibatkan Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya, dengan pemateri Wahyu Tris Haryadi, SH, MH.

Dengan kombinasi pemahaman hukum dan keterampilan teknologi, diharapkan nelayan Sampang tidak hanya lebih pintar melaut, tapi juga lebih taat aturan. Sebab, rumpon yang ditempatkan sembarangan bisa menimbulkan konflik dan kerusakan ekosistem laut.

Ketua Kelompok Nelayan KUB Selat Baru mengaku kegiatan ini membuka cakrawala baru bagi para anggotanya.

“Selama ini kami hanya pasang rumpon berdasarkan kebiasaan. Sekarang, kami tahu titik yang lebih efektif. Harapannya hasil tangkapan meningkat dan tidak merusak laut,” ungkapnya.

Dengan program ini, wajah nelayan Sampang pun mulai berubah. Mereka bukan lagi sekadar penunggu nasib di laut. Tapi, pengelola sumber daya laut yang cerdas berbasis teknologi. (nda)

Berita Terkait

Mengidap Hidrosefalus Sejak Lahir, Balita di Sampang Butuh Uluran Tangan Pemerintah
Rumah Warga Rapa Laok Sampang Dibobol Maling, Kerugian Tembus Rp111 Juta
Lepas dari Pengawasan, Bocah Lima Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kali Kamoning Sampang
Polsek Camplong Amankan Tiga Motor Balap Liar di Perbatasan Sampang–Pamekasan
Polsek Kedungdung Tindak Tegas Judi Sabung Ayam, Lokasi Dibersihkan dan Tenda Dibakar
Bupati Sampang Lakukan Mutasi Besar-besaran, Kadis, Sekdis, Kabag, Camat hingga Lurah Dirotasi, Berikut Daftarnya!
Terduga Pelaku Minyak Curah Ilegal Dilepas, Aktivis Wadul Polres Sampang
Resahkan Warga, Spesialis Pencurian Helm di Sampang Akhirnya Dibekuk Polisi

Berita Terkait

Kamis, 20 November 2025 - 08:44 WIB

Mengidap Hidrosefalus Sejak Lahir, Balita di Sampang Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Senin, 17 November 2025 - 12:53 WIB

Rumah Warga Rapa Laok Sampang Dibobol Maling, Kerugian Tembus Rp111 Juta

Minggu, 16 November 2025 - 12:21 WIB

Lepas dari Pengawasan, Bocah Lima Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kali Kamoning Sampang

Minggu, 16 November 2025 - 10:03 WIB

Polsek Camplong Amankan Tiga Motor Balap Liar di Perbatasan Sampang–Pamekasan

Jumat, 14 November 2025 - 14:44 WIB

Polsek Kedungdung Tindak Tegas Judi Sabung Ayam, Lokasi Dibersihkan dan Tenda Dibakar

Berita Terbaru

Opini

Metamorfosa Kata

Sabtu, 10 Jan 2026 - 01:20 WIB