SAMPANG || KLIKMADURA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Banjar Billah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, dihentikan secara permanen.
Dapur MBG yang dikelola Yayasan Sahabat Sampai Surga tersebut menjadi satu-satunya SPPG di Sampang yang mendapat penghentian total hingga Kamis (8/10/2026). Keputusan itu diambil setelah Satgas MBG Sampang menemukan sejumlah persoalan dalam inspeksi mendadak (sidak).
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, mengatakan penghentian SPPG Banjar Billah berbeda dengan enam dapur MBG lainnya yang saat ini masih berstatus suspend.
“Yang sudah lama Desa Banjar Billah memang belum bisa on. Yang lain semua sementara, yang lama masih bisa diperbaiki sesuai kewenangan BGN dan BGN terus terjadi dinamika yang sangat tinggi,” kata Sudarmanto, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, hasil sidak menunjukkan adanya sejumlah temuan yang berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan, higienitas dapur, sanitasi, hingga kelengkapan administrasi dan perizinan.
Salah satu temuan tim adalah kebocoran air dari pendingin ruangan atau AC yang mengarah langsung ke area pencucian wadah makanan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu standar kebersihan dalam proses pengelolaan makanan.
Tim juga menemukan stok makanan dalam kondisi busuk yang masih tersimpan di area dapur.
Persoalan lain ditemukan pada tata letak dapur. Lokasi SPPG tersebut berada dalam satu area dengan tempat pencucian kendaraan atau car wash.
Selain itu, fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di SPPG tersebut dinilai belum tersedia secara memadai sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dari sisi administrasi, SPPG Banjar Billah juga disebut belum memenuhi sejumlah kelengkapan dokumen penyedia layanan dan perizinan sanitasi.
Berbagai temuan tersebut menjadi dasar Satgas MBG Sampang untuk mengambil tindakan lebih tegas dengan menghentikan operasional SPPG secara permanen.
Sementara itu, enam dapur MBG lainnya yang berstatus suspend masih diberikan kesempatan untuk melakukan pembenahan. Perbaikan mencakup pemenuhan SOP higienitas dan sanitasi serta kelengkapan administrasi dan dokumen perizinan.
“Langkah suspend ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kualitas, higienitas, serta akuntabilitas program MBG di Sampang,” ujarnya.
Sudarmanto menegaskan, status suspend terhadap enam SPPG tersebut tidak berarti penghentian permanen. Pengelola masih memiliki kesempatan melakukan perbaikan sesuai kewenangan BGN dan ketentuan yang berlaku.
“Yang lain semua sementara,” tegasnya.
Dengan demikian, hingga Kamis (8/10/2026), terdapat enam dapur MBG di Kabupaten Sampang yang masih berstatus suspend. Sementara SPPG Banjar Billah menjadi satu-satunya dapur yang dihentikan secara permanen berdasarkan hasil evaluasi dan temuan sidak Satgas MBG Sampang. (ali/nda)














