SRMP 29 Pamekasan Belum Punya Guru Bahasa Daerah

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswi SRMP 29 Pamekasan mengikuti kegiatan pembelajaran beberapa waktu lalu. (DOK. KLIKMADURA)

Siswi SRMP 29 Pamekasan mengikuti kegiatan pembelajaran beberapa waktu lalu. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketersediaan guru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan belum sepenuhnya terpenuhi.

Salah satunya, guru mata pelajaran muatan lokal (mulok) bahasa daerah, yang hingga kini belum ada.

Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti mengatakan, pembelajaran bahasa daerah sebenarnya serumpun dengan bahasa Indonesia. Namun, guru yang ada hanya menguasai sebagian materi.

“Iya, hanya beberapa saja katanya. Kayak carakan itu belum bisa. Kalau ondhegenna bhasa masih paham, jadi tidak ada masalah,” jelasnya.

Aisyah menyatakan siap apabila harus merangkap sebagai pengajar mulok bahasa daerah. Menurutnya, beban mengajar tidak terlalu berat karena hanya dua jam pelajaran untuk dua rombongan belajar.

Baca juga :  PKS Jatim Dukung Madura Provinsi, Sebut Pamekasan Layak Jadi Ibu Kota

“Saya siap merangkap itu. Dasarnya saya guru master, insyaAllah aman dan bisa ter-cover,” tegasnya.

Selain mata pelajaran wajib, SRMP 29 Pamekasan juga aktif menggelar kegiatan ekstrakurikuler.

Mulai dari sepak bola, bulutangkis, hingga kajian kitab yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan.

“Semuanya sudah sesuai juknis dari pusat, aman semua,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani
UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:13 WIB

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru