PAMEKASAN || KLIKMADURA – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan menganggarkan Rp1,5 miliar untuk pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran baru pada 2026.
Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Hingga Senin (19/10/2026), armada baru tersebut masih dalam proses pengerjaan oleh pihak rekanan dengan progres lebih dari 75 persen. Kepala Satpol PP dan Damkar Pamekasan, Munafi’, memastikan pengadaan tersebut ditargetkan selesai tahun ini.
“Pasti terealisasi tahun ini, pengerjaannya hampir selesai,” ungkapnya.
Mobil pemadam kebakaran yang sedang dikerjakan itu berjenis Hilux dengan ukuran lebih kecil dibandingkan dua armada yang telah dimiliki Pemkab Pamekasan.
Dengan tambahan tersebut, total armada pemadam kebakaran yang dimiliki pemerintah daerah menjadi tiga unit, sementara dukungan suplai air tersedia melalui tiga tangki.
Munafi’ menjelaskan, nilai pengadaan yang mencapai Rp1,5 miliar tidak hanya ditentukan oleh ukuran kendaraan, tetapi juga kelengkapan peralatan pemadam kebakaran. Menurutnya, peralatan tersebut membutuhkan biaya besar karena harus memenuhi standar keselamatan dan pengujian.
“Kalau mobilnya memang kecil, tapi kok bisa sampai miliaran rupiah anggarannya, karena alat-alat pemadam kebakarannya yang mahal, kan harus safety, teruji, dan sebagainya,” jelasnya.
Mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan itu menyampaikan, armada baru tersebut direncanakan ditempatkan di Kecamatan Pakong.
Penempatan itu bertujuan mempercepat penanganan kebakaran di wilayah Pantura agar petugas dapat menjangkau lokasi kejadian dengan lebih cepat.
Meski demikian, Satpol PP dan Damkar Pamekasan belum memastikan lokasi kantor yang akan digunakan sebagai tempat penempatan armada tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Kantor Kecamatan Pakong.
“Insya Allah ditaruh di Kantor Kecamatan Pakong, tapi lihat lagi ke depannya bagaimana untuk hal itu,” terang Munafi’.
Menurutnya, penambahan armada tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan adanya armada di wilayah Pantura, petugas diharapkan dapat segera merespons kebakaran tanpa harus menempuh perjalanan dari pusat kota yang berisiko memperlambat penanganan.
“Karena kami hanya mengantisipasi, kalau masih berangkat dari sini apinya itu sampai padam di lokasi. Kasihan masyarakat yang bergotong royong memadamkan api. Semoga semuanya dipermudah,” tandasnya. (enk/nda)














