Polres Pamekasan Terus Dalami Dugaan Pemalsuan Surat Keterangan Kelahiran di RS Larasati

- Jurnalis

Kamis, 31 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan. (DOK. KLIK MADURA)

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan. (DOK. KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus dugaan pemalsuan surat keterangan kelahiran di RS Larasati menjadi atensi Polres Pamekasan. Korps bhayangkara terus mendalami kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengatakan, polisi terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pemalsuan surat keterangan kelahiran itu.

Sejumlah orang saksi dimintai keterangan untuk mengungkap kasus tersebut. Di antaranya, pengadu, dokter yang menangani waktu persalinan hingga pihak rumah sakit.

Harapannya, dengan keterangan dari para saksi tersebut, kasus dugaan pemalsuan surat keterangan kelahiran itu segera terang benderang.

“Penyelidikannya terus berlanjut,” kata mantan Kanit Narkoba Polres Tanjung Perak tersebut.

Baca juga :  Membanggakan, 13 Anggota Pramuka Kontingen Sumenep Ikuti Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas RS Larasati Pamekasan Heru Budi Prayitno mengaku mendapat kabar dari manajemen rumah sakit bahwa kasus tersebut sudah klir.

Bahkan, pengaduan di kepolisian sudah dicabut. Menurut Heru, masalah dugaan pemalsuan surat keterangan kelahiran itu merupakan masalah keluarga.

“Informasi yang saya dapat, pengaduan tentang persoalan ini sudah dicabut,” kata mantan aktivis LSM di Pamekasan itu.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Polres Pamekasan mendapat pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan dugaan pemalsuan surat keterangan kelahiran di RS Larasati.

Pemalsuan yang dimaksud yakni, ada satu bayi lahir di rumah sakit yang berada di Jalan Mandhilaras itu memiliki dua surat keterangan dengan nama orang tua berbeda. (pen)

Baca juga :  Ponpes Putri Satu Al Amien Prenduan Gelar Seminar Cegah Bullying di Lingkungan Pesantren

Berita Terkait

Keren! DPD Partai Gelora Indonesia Pamekasan Buka Pos Bantuan Hukum Gratis
SIHT Rp11 Miliar Mangkrak, DPRD Pamekasan Segera Panggil Disperindag
Buntut Sengketa Lahan Pasar Panaguan, Salah Satu Toko Bakal Dipagar
DPRD Pamekasan Resmi Paripurnakan Raperda Perampingan OPD, Pembahasan Lanjutan Segera Dikebut
Dana Cadangan Pilkada 2029 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Ingatkan Risiko Perubahan Regulasi
SMAN 1 Pamekasan Libatkan Alumni Genjot Kualitas Siswa Kelas Akhir
SMAN 3 Pamekasan Kembangkan Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan, Dorong Siswa Lebih Peduli Lingkungan
SMAN 4 Pamekasan Terapkan Absen Faceprint, Orang Tua Bisa Pantau Kehadiran Siswa Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:28 WIB

Keren! DPD Partai Gelora Indonesia Pamekasan Buka Pos Bantuan Hukum Gratis

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:05 WIB

SIHT Rp11 Miliar Mangkrak, DPRD Pamekasan Segera Panggil Disperindag

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:47 WIB

Buntut Sengketa Lahan Pasar Panaguan, Salah Satu Toko Bakal Dipagar

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:28 WIB

DPRD Pamekasan Resmi Paripurnakan Raperda Perampingan OPD, Pembahasan Lanjutan Segera Dikebut

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:07 WIB

Dana Cadangan Pilkada 2029 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Ingatkan Risiko Perubahan Regulasi

Berita Terbaru

Opini

Satu Suara Seribu Suaka

Jumat, 13 Feb 2026 - 01:43 WIB