Perhutani KPH Madura Ancang-Ancang Laporkan Alih Fungsi Lahan Mangrove Jadi Tambak Garam

- Jurnalis

Kamis, 6 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamparan tambak garam di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan yang diduga berdiri di atas tanah negara. (DOK. KLIKMADURA)

Hamparan tambak garam di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan yang diduga berdiri di atas tanah negara. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA– Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura berencana melaporkan dugaan pengrusakan pohon mangrove yang dialihfungsikan menjadi tambak garam di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Instansi pemerintahan itu terus mengumpulkan bukti-bukti sebelum mengambil langkah hukum. Tambak garam itu merupakan tanah negara seluas 26 hektare yang masuk kawasan pengelolaan Perhutani KPH Madura.

Ironisnya, seluas 5 hektare dari totoal 26 hektare lahan tersebut diduga telah bersertifikat hak milik (SHM) atas nama perorangan. Diduga kuat, ada keterlibatan PT. Budiono Madura Bangun Persada pada alih fungsi lahan tersebut.

Baca juga :  AJP Awali Raker dengan Aksi Lingkungan, Lepas Burung dan Tanam Ribuan Mangrove

Humas Perhutani KPH Madura, Hermanto mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi untuk menguatkan bukti adanya dugaan tindak pidana pada alih fungsi lahan itu.

“Yang jelas tanah negara itu masuk dalam kawasan Perhutani. Namun kami masih menunggu laporan dari masyarakat untuk mengumpulkan informasi sebagai bukti,” ujarnya.

Pihak Perhutani KPH Madura juga telah menemukan empat sertifikat hak milik (SHM) di lahan seluas 26 hektare tersebut.

“Kami menemukan empat sertifikat di lahan 26 hektare itu. Pemilik sertifikat tersebut diketahui warga setempat, dan kabarnya seluruh lahan itu telah berstatus SHM. Saat ini kami masih kami telusuri lebih lanjut,” ucapnya.

Baca juga :  Sukses Gelar Musda VI, PKS Komitmen Kokoh Bersama Majukan Pamekasan untuk Indonesia

Sementara itu, Kepala Desa Majungan, Subahnan, membenarkan bahwa lahan tersebut merupakan kawasan Perhutani. Ia menyebut bahwa sejak tahun 2002 sudah ada patok yang menandai batas lahan, namun kini sebagian besar patok tersebut hilang.

“Rupanya patok yang sudah ada sejak 2002 itu banyak yang hilang. Saat kami berupaya mencari, hanya satu patok yang ditemukan,” ujarnya.

Subahnan juga mengungkapkan bahwa lima sertifikat yang ia pegang mencakup tiga sertifikat yang telah dialihfungsikan menjadi tambak garam sekitar 5 hektare. Sedangkan dua sertifikat lainnya masih dalam pencarian objeknya.

Baca juga :  Selain Bermasalah, Gebyar Batik Pamekasan Rupanya Sempat Sisakan Hutang Ratusan Juta Rupiah

“Jadi, tiga sertifikat sudah dikelola menjadi tambak garam, sementara dua sertifikat lainnya masih utuh. Yang jelas, tanah itu masuk kawasan Perhutani,” katanya.

Subahnan menyebut bahwa kelima SHM tersebut diterbitkan pada tahun 1999 atas nama perorangan yang bukan warga Majungan.

“Semua sertifikat hak milik itu bukan atas nama warga setempat. Bahkan, mayoritas pekerja di lahan itu berasal dari Sumenep, meski kini telah berpindah domisili ke sini,” tandasnya. (ibl/diend)

Berita Terkait

Dari Madura hingga Tionghoa-Arab, Simfoni Budaya Gambarkan Keberagaman Pamekasan
Dukung Manajemen Talenta dan Penerapan Sistem Merit, BKPSDM Pamekasan Fasilitasi Profiling Pegawai
SIPEDAL SAKERA Antar SDI Al-Munawwarah Raih Penghargaan Inovasi Literasi Digital dari Bupati Pamekasan
Dewan Pendidikan Pamekasan Kritik Sikap Ketua Yayasan Al-Uswah, Sebutan Wartawan “Bodrex” Dinilai Cederai Marwah Pendidikan
Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat, Puskesmas Pademawu Hadirkan CKG dan Detektif TB di Kemilau Madura
Lima Pejabat Inspektorat Dilantik, Bupati Pamekasan Minta Pengawasan Lebih Tajam
Empat Abad Jejak Dakwah Syekh Bilfaqih, LPI ABFA Rawat Warisan Ulama Lewat Pawai Budaya
Lontarkan Kalimat Tak Pantas pada Jurnalis, Ahli Bahasa UNIRA Soroti Etika Komunikasi Ketua Yayasan Al-Uswah

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:17 WIB

Dari Madura hingga Tionghoa-Arab, Simfoni Budaya Gambarkan Keberagaman Pamekasan

Selasa, 3 November 2026 - 06:03 WIB

Dukung Manajemen Talenta dan Penerapan Sistem Merit, BKPSDM Pamekasan Fasilitasi Profiling Pegawai

Selasa, 3 November 2026 - 04:28 WIB

SIPEDAL SAKERA Antar SDI Al-Munawwarah Raih Penghargaan Inovasi Literasi Digital dari Bupati Pamekasan

Selasa, 3 November 2026 - 03:31 WIB

Dewan Pendidikan Pamekasan Kritik Sikap Ketua Yayasan Al-Uswah, Sebutan Wartawan “Bodrex” Dinilai Cederai Marwah Pendidikan

Senin, 2 November 2026 - 22:34 WIB

Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat, Puskesmas Pademawu Hadirkan CKG dan Detektif TB di Kemilau Madura

Berita Terbaru