Masuk Triwulan Pertama, Pencairan Dana BOS Disdikbud Pamekasan Tak Jelas

- Jurnalis

Kamis, 9 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masuk Triwulan Pertama, Pencairan Dana BOS Pamekasan Tak Jelas

PAMEKASAN, klikmadura.id – Dana operasional sekolah (BOS) menjadi ujung tombak keberlangsungan operasional lembaga pendidikan. Sayangnya, pencairan dana tersebut belum ada kejelasan meski sudah memasuki triwulan pertama.

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Pamekasan Fatimatus Zahrah mengatakan, sampai sekarang belum ada petunjuk teknis terkait pencairan dana BOS. Dengan demikian, dana tersebut belum direalisasikan.

Perempuan yang karib disapa Matus itu tidak bisa memastikan kapan dana tersebut akan cair. Dia berdalih, karena regulasi tentang bantuan dana untuk operasional sekolah tersebut ditentukan pemerintah pusat. “Nunggu dari (pemerintah) pusat,” katanya.

Baca juga :  Pertengahan Tahun 2024, KPP Pratama Pamekasan Target Selesaikan Dua Program Ini

Matus menjelaskan, dana BOS itu ada dua macam. Yakni, BOS reguler untuk semua sekolah yang ditentukan penerimanya. Kemudian, BOS afirmasi yang dikhususkan untuk sekolah penggerak.

Masing-masing sekolah penerima akan mendapat bantuan dengan nominal yang tidak sama. Sesuai jumlah siswa. Jika mengacu pada tahun anggaran 2022 lalu, masing-masing siswa menerima uang sebesar Rp 1.030.000,-.

Untuk tahun ini, nominal dan jumlah penerimanya belum diketahui. Sebab, petunjuk teknis yang mengatur bantuan tersebut belum turun. “Intinya, kami masih menunggu petunjuk dari pusat,” kata perempuan bergelar doktor itu. (han/diend)

Baca juga :  Pertumbuhan Investasi Jatim Lampaui Target Nasional, Aliyadi Mustofa: Misi Dagang Ibu Gubernur Sukses

Berita Terkait

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani
UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:13 WIB

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru