Eks Kepala Bakorwil Jadi Pesaing Berat Sekkab Masrukin pada Pengisian Kursi Pj Bupati Pamekasan

- Jurnalis

Kamis, 10 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, klikmadura.id Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa resmi mengusulkan tiga nama untuk mengisi kursi Pj Bupati Pamekasan. Usulan itu dilayangkan ke Kemendageri untuk dipilih salah satu.

Ketiga nama tersebut yakni, Masrukin,. S.Sos,. M.Si yang saat ini menjabat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan. Kemudian, Imam Hidayat,. S.Sos,. MM yang menjabat Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jatim.

Satu nama lainnya yang diusulkan Gubernur Khofifah adalah Mohammad Gunawan Saleh,. MM. Pria yang menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jatim itu bukan orang baru di Pamekasan.

Baca juga :  Usai Diperiksa Selama 6 Jam, Mantan Anggota DPRD Pamekasan, Zamachsari Langsung Dijebloskan ke Penjara

Gunawan pernah menjabat Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) IV Pamekasan. Dia juga asli kelahiran Madura.

Sebelumnya, DPRD Pamekasan juga mengusulkan tiga nama untuk pengisian pj bupati. Ketiganya yakni, Sekkab Pamekasan Masrukin, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Setkab Pamekasan Moh. Alwi dan Kepala Diskominfo Pamekasan Nur Hidajatul Firdaus.

Pengamat Kebijakan Publik Taufikurrahman mengatakan, dari tiga nama yang diusulkan DPRD Pamekasan, Masrukin dinilai lebih berpeluang. Sebab, posisinya saat sekarang sebagai sekkab.

Tetapi, ketika melihat nama-nama yang diusulkan gubernur, ada nama yang berpotensi jadi pesaing berat Masrukin. Yakni, Mohammad Gunawan Saleh karena jam terbangnya lebih banyak.

Baca juga :  UPT Puskesmas Pademawu Raih Prestasi Pembinaan TPCB Terbaik di Pamekasan

Diketahui, Gunawan Saleh sebelum menjabat Kepala Bakorwil Pamekasan, dia menduduki sejumlah posisi strategis di Pemprov Jatim. Salah satunya, sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Pak Gunawan ini kan pejabat pemprov, tentu jam terbangnya di pemerintahan lebih tinggi,” kata Taufik saat dihubungi Klik Madura.

Meski demikian, Masrukin juga punya modal cukup untuk menjadi pj bupati. Dia mengawali karirnya dari bawah. Mulai dari staf, lurah, camat hingga kepala dinas dan terkahir sebagai sekkab.

Jabatan-jabatan yang pernah diemban itu menjadi modal untuk memimpin Pamekasan. Apalagi, suara publik Kota Gerbang Salam menginginkan pj bupati asli pejabat Pemkab Pamekasan.

Baca juga :  Ratusan Mahasiswa IAIN Madura Tuntut Pecat Oknum Dosen yang Diduga Lakukan Pelecehan

“Keduanya sama-sama memiliki modal cukup untuk menjadi pj bupati. Tapi nantinya, tetap sesuai keputusan dari pemerintah pusat yang dalam hal ini Kemendageri,” tutupnya. (diend)

Berita Terkait

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani
UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:13 WIB

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru