PAMEKASAN || KLIKMADURA – Tim Pengurus Gerakan Madura Maju dan Unggul menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk merealisasikan program Dinas Pendidikan Jawa Timur tahun 2026 dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Yakni, melalui program Madura Maju–Madura Unggul Mau Naik Kelas.
Ketua MKKS SMA Pamekasan, Moh. Arifin menyampaikan, untuk mengimplementasikan program tersebut, dipilih sejumlah SMA Negeri di empat kabupaten di Madura.
Selanjutnya, masing-masing kabupaten menetapkan tiga sekolah sebagai pilot project Sekolah Unggul.
“Untuk Kabupaten Pamekasan ada tiga sekolah yang terpilih menjadi pilot project, yaitu SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 3 Pamekasan,” ujarnya.
Arifin menjelaskan, target jangka pendek program ini adalah meningkatkan jumlah siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBP, SNBT, maupun Mandiri.
Hal tersebut berlaku baik bagi PTN reguler maupun sekolah kedinasan, sesuai minat dan bakat siswa.
Menindaklanjuti program tersebut, rakor digelar serentak di empat kabupaten. Untuk Kabupaten Pamekasan, kegiatan dipusatkan di Aula SMAN 2 Pamekasan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang PSMA dan TKPI Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Kacabdindik dan Kasi SMA se-Madura, 12 Tim Sekolah Unggul se-Madura, serta MKKS Kabupaten Pamekasan.
“Harapannya, semua proses ini dapat berjalan lancar. Pemenuhan IPM juga bisa terealisasi dengan baik, dan para siswa mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang mereka cita-citakan,” pungkasnya. (enk/nda)














