Diduga Ada Manipulasi Data, Warga Sana Tengah Kecewa Bantuan RTLH Dialihkan Sepihak

- Jurnalis

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi rumah. (META AI)

Foto ilustrasi rumah. (META AI)

PAMEKASAN || KLIKMADURA –  Habiburahman, warga Dusun Tareta, Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Pamekasan, mengaku ibunya, Disa, menjadi korban penipuan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

Dia kecewa karena ibunya telah didata sebagai penerima bantuan tersebut oleh perangkat desa. Tapi, saat realisasi justru rumah milik orang lain yang dibedah.

Habib mengatakan, proses pendataan dilakukan oleh Kepala Dusun (Kadus) Tareta, Suhir, pada tahun 2023 lalu. Rumahnya dikunjungi dan dimintai keterangan sebagai calon penerima bantuan.

“Katanya ibu saya akan menerima bantuan bedah rumah. Pak Kadus juga sempat foto-foto rumah ibu saya,” ujarnya.

Baca juga :  Jumlah Dinas Bakal Dirampingkan, Bupati Kholilurrahman Sebut Hemat Anggaran Rp3,1 Miliar

Menurutnya, Kadus Suhir memastikan bahwa data yang diajukan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Sana Tengah sesuai dengan nama ibunya, Disa. Namun, ketika bantuan mulai direalisasikan yang mendapat justru warga lain bernama Sumae.

“Saya sangat keberatan, karena seharusnya bantuan itu hak ibu saya, tapi dialihkan ke orang lain yang bukan haknya,” tuturnya.

Sementara, Kadus Tareta, Suhir, membenarkan adanya kesalahan penerima bantuan itu. Dia mengaku mengajukan nama Disa dan menyerahkan dokumentasi kepada Pemdes. Namun saat bantuan direalisasikan, penerimanya justru berubah.

“Saya memang mengajukan atas nama ibunya Habib (Disa), tapi di lapangan yang menerima malah Sumae,” katanya.

Baca juga :  Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Masih Rp500 Ribu, Kenaikan Menunggu Kemampuan Anggaran

Suhir menyebut bahwa dirinya melakukan pendataan atas perintah Kepala Desa Sana Tengah. Dari hasil pendataan, Disa adalah yang paling layak menerima bantuan.

“Yang saya data ada dua warga, tapi yang paling layak memang Disa. Tapi akhirnya dialihkan ke orang lain,” ujarnya.

Ia mengaku sempat protes terkait perubahan penerima bantuan kepada petugas di Pemdes. Namun, protesnya tidak digubris.

“Saya tanya ke petugasnya, kenapa atas nama Sumae yang menerima, padahal saya tidak pernah mendata atas nama ini. Petugas hanya menjawab bahwa itu perintah Samsul Arifin, operator desa,” ungkapnya.

Baca juga :  Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan, CV Ayunda Salurkan Beasiswa

Sementara itu, Kepala Desa Sana Tengah, Sutrisno, belum memberikan tanggapan terkait dugaan ini. Upaya konfirmasi melalui sambungan telpon tidak dijawab. (ibl/diend)

Berita Terkait

DPRD Pamekasan Setujui Perubahan APBD 2026, Kini Menunggu Evaluasi Gubernur
RSUD Waru Pamekasan Belanja Enam Alkes Canggih, Anggaran Tembus Rp13,9 Miliar
Pembangunan Puskesmas Bulhaj Baru 26,47 Persen, Dinkes Pamekasan Targetkan Beroperasi 2027
Penerima BLT DBHCHT Pamekasan Bertambah, Kini Jangkau 5.395 Buruh Rokok
Tak Ingin Sampang Cuma Jadi Pemasok Pekerja Surabaya Raya, Disnaker Siapkan SDM Unggul
Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Masih Rp500 Ribu, Kenaikan Menunggu Kemampuan Anggaran
Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Begini Kata Bupati Pamekasan
FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:16 WIB

DPRD Pamekasan Setujui Perubahan APBD 2026, Kini Menunggu Evaluasi Gubernur

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:13 WIB

RSUD Waru Pamekasan Belanja Enam Alkes Canggih, Anggaran Tembus Rp13,9 Miliar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Pembangunan Puskesmas Bulhaj Baru 26,47 Persen, Dinkes Pamekasan Targetkan Beroperasi 2027

Rabu, 30 September 2026 - 09:30 WIB

Penerima BLT DBHCHT Pamekasan Bertambah, Kini Jangkau 5.395 Buruh Rokok

Selasa, 29 September 2026 - 10:56 WIB

Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Masih Rp500 Ribu, Kenaikan Menunggu Kemampuan Anggaran

Berita Terbaru