Bupati Pamekasan Siap Fasilitasi Penyelesaian Kasus Penyegelan SDN Tamberu 2

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman saat diwawancara sejumlah awak media. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman saat diwawancara sejumlah awak media. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIK MADURA – Kasus penyegelan SDN Tamberu 2, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, kembali mencuat dan menyita perhatian publik.

Menyikapi hal itu, Bupati Pamekasan KH. Khalilurrahman menyatakan kesiapannya memfasilitasi penyelesaian konflik agar aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut segera normal kembali.

Orang nomor satu di Pamekasan itu menegaskan pentingnya penyelesaian masalah melalui dialog tanpa emosi. Dia mengajak seluruh pihak duduk bersama untuk mengurai persoalan yang selama ini menjadi pemicu penyegelan.

“Bagaimana caranya duduk bersama, dan ketika masyarakat, kades, serta tokoh-tokoh mau minta fasilitasi kepada kami, kami sangat siap. Agar bisa dikaji lebih jauh kira-kira benang kusutnya di mana,” ujar KH. Khalilurrahman.

Baca juga :  Siapkan Lulusan Terbaik dan Berkualitas, BNSP Gelar Full Asessment LSP IAIN Madura   

Bupati yang akrab disapa Ra Khalil itu mengingatkan, dampak dari penyegelan sekolah justru paling dirasakan oleh ratusan siswa SDN Tamberu 2 yang kini tidak bisa belajar di ruang kelas.

“Para murid menjadi korban, kasihan mereka,” ucapnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengaku sudah memulai komunikasi dengan Camat Batumarmar serta para tokoh masyarakat di wilayah pantura.

Dia juga memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Mohammad Alwi untuk segera turun tangan dan mencarikan solusi konkret atas tuntutan warga.

“Kami minta Disdikbud segera berkoordinasi dengan camat, tokoh, dan kades setempat. Putusan akhir atas permasalahan penyegelan ini ada di Disdikbud,” tegas Kiai Kholilurrahman.

Baca juga :  Virus WFD Serang Udang di Pamekasan, Petambak Panen Lebih Awal

Sebagai opsi penyelesaian, bupati membuka kemungkinan adanya ganti rugi lahan atau bentuk kompensasi lain sesuai kesepakatan bersama.

“Misalkan masyarakat mau ganti rugi lahan, kita bisa cari opsinya. Bisa dicicil atau ada anggota keluarganya yang bekerja di sekolah. Yang penting ada niat baik pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini,” tukasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Ekonomi Pamekasan Tahun 2025 Menguat, Pertumbuhan Capai 5,47 Persen
Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya, Bupati Pamekasan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak
Sajikan Lele Mentah, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG As-Salman Pamekasan
Satgas MBG Pamekasan Siap Tindak Tegas SPPG Bermasalah, Dapur Tak Sesuai Prosedur Terancam Ditutup
Tiga Terdakwa Kasus Pembunuhan Lesong Daja Jalani Sidang Perdana di PN Pamekasan
Puluhan Aktivis PMII UIN Madura Geruduk Kantor Bupati Pamekasan, Pertanyakan Kinerja Satgas MBG dan Korwil BGN
Ketua DPRD Pamekasan Soroti Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak, Bakal Panggil Semua Faskes
Peringati Malam Nuzulul Qur’an, UIM Gelar Istigasah dan Santunan Anak Yatim

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:52 WIB

Ekonomi Pamekasan Tahun 2025 Menguat, Pertumbuhan Capai 5,47 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya, Bupati Pamekasan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:23 WIB

Sajikan Lele Mentah, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG As-Salman Pamekasan

Jumat, 13 Maret 2026 - 03:37 WIB

Satgas MBG Pamekasan Siap Tindak Tegas SPPG Bermasalah, Dapur Tak Sesuai Prosedur Terancam Ditutup

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:00 WIB

Puluhan Aktivis PMII UIN Madura Geruduk Kantor Bupati Pamekasan, Pertanyakan Kinerja Satgas MBG dan Korwil BGN

Berita Terbaru

Opini

Cukup Engkau Saja

Jumat, 13 Mar 2026 - 04:16 WIB