Bupati Pamekasan Dukung Kemerdekaan Pers, Tapi Wajib Berimbang!

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman didampingi Wabup H. Sukriyanto saat diwawancara awak media. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman didampingi Wabup H. Sukriyanto saat diwawancara awak media. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, akhirnya buka suara menanggapi derasnya pemberitaan yang menyoroti kinerja pemerintahannya sejak dilantik bersama Wakil Bupati Sukriyanto pada 19 Maret 2025. Tidak hanya soal pembangunan, pemberitaan itu juga merembet pada urusan pribadi dan rumah tangganya.

Kiai Kholilurrahman menegaskan, kemerdekaan pers harus tetap didukung demi penyampaian informasi yang objektif kepada masyarakat. Media, kata dia, merupakan mitra pemerintah sekaligus pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi daerah.

“Sudah bukan eranya informasi dikunci. Media adalah mitra pemerintah dalam menyampaikan pembangunan,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Baca juga :  Yusril Rahman Syakur Nakhodai PR GP Ansor Gugul, Janji Hadir untuk Masyarakat

Namun, mantan anggota DPR RI itu menekankan pentingnya keberimbangan dalam setiap berita. Informasi sepihak tanpa konfirmasi, menurutnya, berpotensi menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat.

“Tabayun atau klarifikasi adalah syarat mutlak. Informasi harus utuh agar tidak menimbulkan tafsir macam-macam,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua PCNU Pamekasan ini menegaskan bahwa dirinya tidak meminta media untuk membela atau berpihak pada pemerintah. Yang dibutuhkan, kata dia, hanya pemberitaan yang adil dan berimbang.

“Saya tidak minta media membela pemerintah. Cukup sajikan informasi yang berimbang,” tegas pengasuh Pesantren Matsaratul Huda Panempan itu.

Baca juga :  Bupati Pamekasan Soroti Polemik Pasar Kolpajung, Dari Dugaan Jual Beli Kios Hingga Penganiayaan

Mantan anggota DPRD Provinsi Jatim itu juga mengingatkan agar pers tetap bebas dari campur tangan pemerintah. Kebebasan mencari, memperoleh, dan menyimpan informasi harus dijaga agar media tidak terjebak pada informasi hoaks maupun tendensius.

“Pers yang bertanggung jawab adalah pers yang objektif, bukan yang menebar hoaks dan subjektif,” tandasnya. (nda)

Berita Terkait

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang
Operasi Wirawaspada 2026 Digelar, Imigrasi Pamekasan Perketat Pengawasan Orang Asing

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru