4 Tradisi Unik Orang Madura Menyambut Lebaran Idul Fitri

- Jurnalis

Minggu, 23 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin upacara memandu jalannya upacara peringatan kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di TK Alam Excellentia Pamekasan.

Pemimpin upacara memandu jalannya upacara peringatan kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di TK Alam Excellentia Pamekasan.

SETIAP daerah punya cara atau tradisi tersendiri dalam merayakan lebaran atau Idul Fitri. Madura misalnya, di Pulau Madura itu terdapat tradisi yang sangat unik dan berbeda dari daerah lainnya.

Selain orang Madura dikenal dengan orangnya yang sopan, ramah dan memiliki akhlak yang baik, serta santun tata bicaranya, orang Madura juga dikenal dengan tradisinya yang unik dalam menyambut dan merayakan hari raya.

Diakui atau tidak Pulau Madura itu adalah notabeninya mayoritas muslim yang menganut ajaran Ashlussunnah Wal Jamaah, tidak perlu diragukan lagi tentang ke NU-annya dan ke-Islamannya.

Menjalankan tradisi Islam dan tradisi leluhur/sesepuh orang Madura merupakan kewajiban bagi warga Madura, tua maupun muda semuanya kompak menjalaninya.

Nah, berikut ini ada beberapa tradisi orang Madura saat menyambut lebaran.

Baca juga :  Genap Berusia Satu Abad, Pengasuh Berharap Ponpes Al-Falah Mampu Mengikuti Perkembangan Zaman

1. Krepek Kancor atau Krupuk Toping Kacang.

Krepek Kancor atau dalam bahasa indonesia yaitu membuat Krupuk dengan toping Kacang dan juga toping Arta’ atau biji Toge sama Bawang. Proses pembuatannya itu biasanya dilakukan oleh orang Madura pada saat H-2 lebaran.

Selain itu, ada masakan seperti Campur kuah, pada hari ketujuh lebaran atau yang biasa disebut Tellas Ketopa’ (Lebaran Letupat), yang terbuat dari perpaduan Lontong Ketupat, Toge, Bihun, Kuah khas Campur, dan Krepek Kancor atau Krupuk toping Kacang yang dibuat itu.

2. Ajhuko’ dhághing atau Menu Ikan Daging

Menu ikan daging, salah satunya daging ayam dan daging sapi. Menjadi menu makan yang disajikan pada saat lebaran saja. Bahkan, untuk ayam yang digunakan sebagai bahan memasak pun orang Madura menyembelihnya sendiri, lho. Karena orang Madura punya ciri khas memelihara Ayam, Itik, atau Bebek di belakang rumah mereka.

Baca juga :  Pembangunan Mako Polres Pamekasan Dimulai, Irwasda Polda Jatim: Kantor Ini Milik Masyarakat

Menu makan daging itu merupakan paling khas pada saat hari raya saja lho bagi orang Madura, karena jika bukan hari raya menu makan ikan mereka kadang tahu dan tempe, hehee..

3. Arebbe bengaseppo/Selamatan arwah sesepuh

Arebbe atau bahasa lain selamatan bagi arwah sesepuh yang sudah tiada ke Musala atau Masjid terdekat. Biasanya yang dibawa adalah Nasi sama Air dan jajanan khas hari raya, salah satunya jajanan di kaleng bisquit yang isinya rengginang, hehe.. gak canda tretan. 

Tapi kalau dipikir-pikir unik juga memang bahkan sangat unik melampaui batas, karena hanya di Madura kaleng bisquit roma tapi isinya Rengginang. Hehe..

Baca juga :  Republik Sulap

4. Ter-ater so bhekal atau mengantarkan makanan bersama tunangan

Ter-ater so bhekal artinya mengantarkan makanan atau kue khas lebaran bersama tunangan. Nah ini juga yang paling unik dari Madura tretan, bahwa di Madura itu saat lebaran ada yang namanya menjemput tunangan dan diajak ke rumah-rumah saudaranya secara bergantian. Tapi ini dilakukan bagi yang punya tunangan ya tretan, hehee…

Nah itulah beberapa tradisi unik dari orang Madura yang setiap tahunnya dilakukan saat Idul Fitri tiba. Kalau tretan mau lebih tau tradisi unik lainnya dari orang Madura nanti bisa langsung berkunjung ke Pulau Madura ya.

Penulis : Arul

 

Berita Terkait

Puasa Bukan Tekanan: Seni Mengajarkan Ramadhan Pada Anak
Menahan Lapar Kekuasaan
Control Freak dan Harakiri Kebudayaan
Ramadhan: Dari Ritual Menuju Transformasi Otentik
Antrean Digital Amburadul, Ironi “War” Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran
Perlukah Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau Madura?
Merit System dalam Penguatan Struktur PCNU Sumenep
Hukum Puasa Kritik

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 03:31 WIB

Puasa Bukan Tekanan: Seni Mengajarkan Ramadhan Pada Anak

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:12 WIB

Menahan Lapar Kekuasaan

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:21 WIB

Control Freak dan Harakiri Kebudayaan

Kamis, 26 Februari 2026 - 03:56 WIB

Ramadhan: Dari Ritual Menuju Transformasi Otentik

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:48 WIB

Antrean Digital Amburadul, Ironi “War” Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran

Berita Terbaru