STIE Bakti Bangsa Latih Ibu-ibu Pesisir Pamekasan Olah Limbah Udang Jadi Makanan Ringan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 17 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Aeng Out asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan saat mengikuti pelatihan limbah udang dari tim STIE Bakti Bangsa Pamekasan.

Ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Aeng Out asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan saat mengikuti pelatihan limbah udang dari tim STIE Bakti Bangsa Pamekasan.

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakti Bangsa Pamekasan menggelar pengabdian masyarakat di wilayah pesisir Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pengabdian tersebht diwujudkan denhan pelatihan pengolahan limbah udang menjadi produk makanan dengan mengusung konsep blue economy. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Universitas Nazhatuthullab Al-Muafa, Sampang.

Pelatihan tersebut diikuti ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Aeng Out asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Dalam pelatihan tersebut, kulit udang diolah menjadi terasi, sisa daging di kepala udang diolah menjadi berbagai produk seperti snack pilus udang, sambal udang, siwil, dan cireng udang.

Baca juga :  UIN Madura Sabet Peringkat Pertama CMS Terbaik, Rektor: Modal Kuat Menuju Kampus Mandiri

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat STIE Bakti Bangsa Pamekasan, Musoffan menyampaikan, tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan produktivitas kelompok usaha dengan mengadopsi konsep blue economy.

Di mana, limbah udang dimanfaatkan menjadi produk lokal yang bernilai ekonomi tinggi tanpa merusak lingkungan.

“Dengan pelatihan ini, para anggota Kelompok Usaha Aeng Out dapat memahami cara mengolah limbah udang dan menerapkan konsep blue economy secara menyeluruh,” katanya.

Ketua Kelompok Usaha Aeng Out, Siti Aisyah menyambut baik pelatihan tersebut. Dia berharap agar kolaborasi dengan STIE Bakti Bangsa dapat terus berlanjut guna meningkatkan produktivitas usaha yang mereka jalankan.

Baca juga :  125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif

“Terima kasih tim STIE Bakti Bangsa atas ilmu yang diberikan melalui pelatihan ini. Semoga berlanjut sehingga pendapatan kelompok kami meningkat dan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir,” tandasnya. (ibl/diend)

Berita Terkait

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih
Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi
Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat
Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan
Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim

Berita Terbaru

Opini

Sumpah Pemuda: Sumpah Generasi Muda Mutatis Mutandis

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:54 WIB