UIN Madura Dinobatkan sebagai Islamic University Excellent Transformation dalam Ajang AJP Award 2025

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIN Madura, Dr. H. Syaiful Hadi saat memberikan sambutan usai mendapat penghargaan Islamic University Excellent Transformation dalam ajang bergengsi AJP Award 2025. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Rektor UIN Madura, Dr. H. Syaiful Hadi saat memberikan sambutan usai mendapat penghargaan Islamic University Excellent Transformation dalam ajang bergengsi AJP Award 2025. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Lompatan besar transformasi kelembagaan Universitas Islam Negri (UIN) Madura mendapat pengakuan publik. Salah satu kampus terbesar di Madura itu mendapat penghargaan dari Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP).

Yakni, dinobatkan sebagai Islamic University Excellent Transformation dalam ajang bergengsi AJP Award 2025, Selasa (9/12/2025), yang digelar di Hotel Azana Style Pamekasan.

Penghargaan yang diberikan oleh Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan UIN Madura melakukan percepatan perubahan identitas dan penguatan tata kelembagaan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga :  Elysia Estetika Sabet Penghargaan Klinik Kecantikan Paling Famous dalam Ajang AJP Awards 2025

AJP menilai, UIN Madura berhasil membangun identitas baru sebagai universitas Islam modern yang berdikari, berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada kearifan lokal.

Transformasi itu diwujudkan melalui percepatan penguatan tata kelola akademik, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas dosen, hingga langkah-langkah strategis menuju akreditasi internasional.

Rektor UIN Madura, Dr. H. Syaiful Hadi, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penghargaan tersebut. Menurutnya, prestasi ini bukan semata milik institusi, melainkan milik seluruh pihak yang terlibat sejak awal berdirinya kampus.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk pelaku sejarah berdirinya kampus dan seluruh civitas akademika,” katanya.

Baca juga :  Hampir Setahun Warga Pamekasan Alami Kekeringan, AJP Distribusikan Air Bersih Hasil Patungan

Saiful Hadi berterima kasih kepada AJP yang telah menerbangkan UIN Madura sebagai instrumen pembangunan di Madura dan memperteguh peningkatan kualitas manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Syaiful Hadi mengaku bahwa UIN Madura akan terus melangkah sebagai kampus yang memberikan dampak nyata terhadap kehidupan ekososiomaritim, sejalan dengan konsep Madura Islamic University yang kini menjadi identitas baru.

“Semoga penghargaan ini menjadi penguat bahwa perguruan tinggi tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Madura. Kampus harus hadir, berkontribusi, dan memberi manfaat nyata,” ujarnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim
Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik
Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret
PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta
Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar
Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:18 WIB

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:42 WIB

PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta

Berita Terbaru