MAGETAN || KLIKMADURA – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus menebar manfaat kepada masyarakat. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa turun langsung memberikan solusi terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
Seperti yang dilakukan mahasiswa yang menggelar PKM di Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Para agen perubahan itu membersamai petani lokal memaksimalkan budidaya kentang.
Haryo Triajie selaku dosen pembimbing lapangan mengatakan, Desa Dadi memiliki lahan subur. Masyarakat setempat juga mayoritas bekerja sebagai petani. Dengan demikian, desa tersebut dinilai menjadi lokasi ideal untuk implementasi program kerja yang disusun mahasiswa.
”Budidaya kentang dipilih bukan hanya karena potensi ekonominya, tetapi juga karena peluang kolaboratif yang dapat terbangun antara mahasiswa dengan petani,” katanya.
Mahasiswa dan petani lokal itu menanam kentang varietas Atlantik. Penanamannya dilakukan sekali dalam setahun dengan sistem rotasi tanaman untuk mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
Kentang varietas Atlantik memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya, tahan terhadap penyakit layu bakteri dan busuk daun, ukuran umbi besar, kadar pati tinggi, dan kadar air rendah.
”Kentang Atlantik sangat dibutuhkan oleh industri makanan ringan, sehingga bernilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi komoditas unggulan bagi masyarakat desa, terangnya.
Sebelum ditanam, bibit kentang diberi perlakuan khusus. Yakni, dilapisi semen putih dan fungisida daconil untuk menutup pori-pori bibit agar umur simpannya lebih panjang hingga masa tanam tiba.
Parlan, salah satu petani menyampaikan, 1 kilogram benih bisa menghasilkan puluhan kilogram kentang saat panen. Yakni, sekitar 20 kilogram.
Dalam menjalanka aktivitas pertanian itu, masyarakat bekerja sama dengan PT Indofood. Melalui kerja sama tersebut, petani mendapat keuntungan berupa modal awal yang relatif rendah, hasil panen melimpah, serta nilai jual tinggi.
Program PKM mahasiwa UTM itu diharapkan menjadi contoh keberhasilan sinergi antara dunia akademik, industri, dan masyarakat desa. Khususnya, dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekonomi lokal. (*/diend)