PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan menyambut kedatangan Director of Indonesian Institute-Australia, Mrs. Vicki Richardson, dalam kegiatan seminar pendidikan di SDN Kowel 3 Pamekasan, Rabu (4/11/2026).
Kehadiran narasumber dari Australia tersebut menjadi kesempatan bagi dunia pendidikan di Pamekasan untuk memperluas wawasan internasional, khususnya dalam penguatan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran mendalam.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto, mengaku menyambut positif kegiatan tersebut karena menghadirkan perspektif pendidikan dari luar negeri. Menurutnya, kunjungan tersebut sekaligus menjadi pintu pembuka untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Pamekasan ke kancah internasional.
“Sangat menyambut baik, apalagi narasumbernya dari luar negeri. Ini menjadi hal baik bagi Pamekasan agar bisa dikenal secara luas,” terangnya.
Menariknya, Basri juga terlihat cukup fasih berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris saat berbincang dengan Vicki Richardson yang merupakan lulusan Edith Cowan University.
Pengalamannya selama 11 tahun di Pulau Dewata menjadi salah satu bekal yang membuatnya terbiasa menggunakan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari.
Basri menilai, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu modal penting untuk membuka wawasan dan memperluas jaringan komunikasi dengan masyarakat dunia. Karena itu, dia berharap penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, dapat mulai diperkuat melalui proses pembelajaran di sekolah.
“Tentu perihal bahasa ini sangat penting karena menjadi alat kita untuk berkomunikasi dengan lawan bicara. Kalau para murid sudah diedukasi perihal bahasa asing, ini bisa menjadi bekal di jenjang pendidikan selanjutnya,” ujar alumnus Universitas Udayana Bali tersebut.
Sementara itu, Kepala SDN Kowel 3 Pamekasan, Halida, menyebut kehadiran Vicki Richardson memberikan energi dan pengalaman baru bagi para guru dalam mengembangkan metode pembelajaran.
Materi yang disampaikan dinilai penting untuk mendorong pendidik menciptakan suasana belajar yang mampu merangsang rasa ingin tahu serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.
“Karena guru itu jangan menghambat apa yang ingin anak didik ketahui. Guru harus memperbolehkan murid bertanya dengan bebas dan harus kritis,” tandasnya. (enk/nda)














