PAMEKASAN || KLIKMADURA – Jumlah buruh pabrik rokok di Kabupaten Pamekasan yang menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun ini, sebanyak 5.395 buruh dari 68 perusahaan rokok legal yang terdaftar di Bea Cukai masuk dalam daftar penerima bantuan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan bantuan sejak 23 September hingga 3 Oktober 2026. Mayoritas penyaluran dilakukan secara tunai melalui Bank Jatim di masing-masing pabrik tempat para penerima bekerja.
Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, mengatakan peningkatan jumlah penerima menjadi salah satu perkembangan dalam penyaluran BLT DBHCHT tahun ini. Pada 2025, jumlah buruh pabrik rokok yang menerima bantuan tercatat sekitar 4.000 orang.
“Tahun ini ada peningkatan jumlah penerima dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Herman.
Herman juga mengapresiasi para pemilik perusahaan rokok yang mengusulkan pekerjanya sebagai penerima BLT DBHCHT. Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam proses tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap kondisi dan kesejahteraan para pekerja.
“Saya sangat mengapresiasi para owner perusahaan rokok yang sudah mengusulkan pekerjanya untuk mendapatkan BLT DBHCHT,” tambahnya.
Penyaluran bantuan tersebut juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Pamekasan Kholilurrahman. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah buruh di CV Jawara Internasional Jaya pada Kamis (24/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kholilurrahman menekankan pentingnya kepedulian perusahaan terhadap pekerja dan masyarakat. Menurutnya, kepedulian tersebut perlu berjalan beriringan dengan kepatuhan dunia usaha dalam memenuhi kewajiban kepada negara.
Bupati juga mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan secara bijak dan mendahulukan kebutuhan yang bersifat mendesak. Dengan begitu, dana yang diterima dapat memberikan manfaat bagi buruh sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Pesan saya kepada penerima BLT, pertama harus bersyukur. Kemudian manfaatkan dana yang kecil itu secara maksimal. Artinya, jangan dihambur-hamburkan,” pungkasnya. (nda)














