PAMEKASAN || KLIKMADURA — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan memadukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan tasyakuran yang berlangsung meriah.
Kegiatan yang digelar di halaman Masjid Kemenag Pamekasan tersebut berlangsung sejak Selasa (18/8/2026) hingga Kamis (20/8/2026).
Selain diisi dengan kegiatan bernuansa keagamaan, acara juga menghadirkan pentas seni madrasah serta bazar yang melibatkan puluhan pelaku UMKM.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Mohammad Zaini Masbuchin, mengatakan kegiatan tersebut dikemas dengan memadukan nilai keagamaan, nasionalisme, seni, budaya hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejumlah penampilan dari madrasah di Pamekasan turut memeriahkan kegiatan. Di antaranya musik daul dari MTsN 1 Pamekasan, penampilan murid-murid RA, Al-Banjari dari MAN 1 dan MAN 2 Pamekasan, serta pentas seni dari MIN 1 dan MIN 2 Pamekasan.
“Juga ada penampilan dari teman-temannya Valen DA-7 yang tergabung pada Gank Valen DA-7 dari MAN 1 Pamekasan,” ujarnya.
Tidak hanya panggung seni, Kemenag Pamekasan juga menghadirkan bazar UMKM yang diikuti sebanyak 39 pelaku usaha.
Kehadiran puluhan UMKM tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Selain memeriahkan peringatan Maulid Nabi dan HUT Kemerdekaan RI, bazar diharapkan mampu membuka ruang promosi sekaligus meningkatkan omzet pelaku usaha lokal.
Zaini Masbuchin mengatakan pemberdayaan UMKM memang menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut. Kemenag ingin memberikan ruang kepada pelaku usaha Pamekasan agar produknya semakin dikenal masyarakat luas.
“Karena kan Kemenag itu terkenal dengan hal-hal keagamaan seperti pengajian dan sebagainya. Tapi di sisi lain kami juga ingin memperkenalkan budaya masyarakat Pamekasan juga kekreatifan madrasah-madrasah di bawah naungan kami,” ucap pria yang juga menjabat Kepala Seksi (Kasi) PAIS Kemenag Pamekasan tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas Kemenag tidak hanya berkutat pada kegiatan keagamaan. Unsur seni, budaya dan ekonomi masyarakat juga dapat dikolaborasikan dalam satu kegiatan tanpa menghilangkan nilai-nilai keagamaan.
Ia berharap momentum tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Produk-produk lokal Pamekasan diharapkan semakin dikenal sehingga mampu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, semoga dengan ini bisa memperkenalkan produk-produk UMKM di Pamekasan,” tukasnya.
Selama kegiatan berlangsung, kata Zaini, perputaran uang dari aktivitas bazar UMKM bahkan diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta setiap hari.
Dengan menggabungkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pentas seni madrasah dan bazar UMKM, Kemenag Pamekasan memiliki harapan besar.
Yakni, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal. (enk/nda)














