Sejumlah Jembatan Rusak Parah, Dinas PUPR Pamekasan Usulkan Tiga Proyek Senilai Rp3 Miliar

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga berada di jembatan rusak yang dipasangi bambu, tepatnya di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Sejumlah warga berada di jembatan rusak yang dipasangi bambu, tepatnya di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kondisi sejumlah jembatan di Kabupaten Pamekasan kian memprihatinkan. Bahkan, salah satu jembatan di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo hanya dipasangi bambu sebagai penyangga darurat akibat kerusakan parah.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan pun mengusulkan pembangunan kembali tiga jembatan rusak dengan total anggaran mencapai Rp3 miliar. Masing-masing jembatan diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Kabid Binamarga, Dinas PUPR Pamekasan, Tri Gunawan menjelaskan  tiga jembatan tersebut berada di jalur Desa Pangoraian menuju Desa Rek Kerek, kemudian di Palengaan Daja menuju Palengaan Laok, serta satu lagi di Desa Sana Daja.

Baca juga :  SDI Al-Munawwarah Pamekasan Gelar Pemilihan OSSDA, Siapkan Generasi Calon Pemimpin Bangsa

Menurutnya, kondisi ketiga jembatan itu sudah tidak layak digunakan karena mengalami kerusakan berat. “Rusak total itu, sehingga butuh penanganan pembangunan kembali,” terangnya.

Ia menambahkan, usulan anggaran tersebut telah diajukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Namun, hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan lantaran nilai anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

Meski memiliki panjang yang berbeda, estimasi anggaran pembangunan tiap jembatan relatif sama. Jembatan di Desa Pangoraian dan Palengaan Daja memiliki panjang sekitar 20 meter, sementara jembatan di Desa Sana Daja hanya sekitar sembilan meter.

Baca juga :  Antisipasi Demo Anarkis, Dokumen Penting Kantor Bupati dan DPRD Pamekasan Dievakuasi

“Anggarannya belum fix, hanya perkiraan saja. Tapi minimal memang Rp1 miliar, belum pasti ini masih menunggu TAPD dan pimpinan,” kata Tri.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Ahmad Fauzi, mengaku belum menerima informasi detail terkait usulan tersebut. Pihaknya berencana melakukan pengecekan langsung sebelum menentukan skala prioritas.

“Belum dapat info. Nanti kita cek mana yang lebih urgent nanti kita prioritaskan karena balik lagi perihal anggaran,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

HUT Ke-81 TNI, Ketua DPRD Pamekasan Sebut Tentara Benteng Pertama dan Terakhir Negeri
Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Pamekasan
HUT Ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Soroti Ancaman Media Sosial terhadap Persatuan
Kontrak Pengelolaan Ekowisata Mangrove Lembung Tak Diperpanjang
UHC Prioritas Ditarget November, Pemkab Pamekasan Kejar Keaktifan Peserta BPJS 80 Persen
Harjad ke-496 Pamekasan Dibuka dengan Pameran Bonsai Nasional, Kelas Bintang Cetak Sejarah di Madura
Kenali Obesitas Bersama Dokter Puskesmas Pademawu Pamekasan, Gejalanya Sering Tak Disadari
Progres Pembangunan SDN Tamberu 2 Pamekasan Capai 90 Persen, November Ditargetkan Rampung

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:33 WIB

HUT Ke-81 TNI, Ketua DPRD Pamekasan Sebut Tentara Benteng Pertama dan Terakhir Negeri

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Pamekasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:25 WIB

HUT Ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Soroti Ancaman Media Sosial terhadap Persatuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Kontrak Pengelolaan Ekowisata Mangrove Lembung Tak Diperpanjang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Harjad ke-496 Pamekasan Dibuka dengan Pameran Bonsai Nasional, Kelas Bintang Cetak Sejarah di Madura

Berita Terbaru