PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pengeluaran biaya kebutuhan listrik Pasar Kolpajung dalam setahun diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
Pasar tradisional terbesar di Pamekasan itu setidaknya menghabiskan anggaran dari APBD sekitar Rp 25 juta setiap bulan.
Kepala Pasar Kolpajung, Slamet Efendi, menyampaikan bahwa biaya listrik menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam pengelolaan pasar.
Besarnya anggaran tersebut mendorong pengelola pasar untuk menerapkan sejumlah langkah efisiensi.
“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah penjadwalan penyaluran listrik. Pada malam hari, lampu hanya dinyalakan ketika ada aktivitas bongkar muat barang, sehingga tidak menyala penuh,” katanya, Senin (26/1/2026).
Selain melakukan penghematan listrik, Slamet Efendi juga menertibkan penarikan retribusi pedagang sebagai upaya menyeimbangkan antara besarnya biaya operasional dan pemasukan pasar.
“Retribusi diberlakukan kepada PKL yang telah difasilitasi tempat berjualan secara sederhana dengan iuran sekitar Rp 2.000 per hari, Sementara, pedagang yang menempati kios dikenakan retribusi lebih besar, dengan rata-rata iuran mencapai Rp 180.000 sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya. (ibl/nda)














