Sebuah Mimpi dan Transformasi Kesehatan di Kepulauan yang ada di Madura

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Haris Rizki Maulana, Sekertaris Bidang Kesehatan DPD IMM Jawa Timur asal Sumenep.

———-

MADURA merupakan pulau yang berada di sebelah timur laut Pulau Jawa. Mempunyai empat kabupaten dan termasuk daerah yang paling banyak memiliki kepulauan di Jawa Timur.

Pulau-pulau kecil yang paling banyak berada di Kabupaten Sumenep, dari ekspektasi keindahan yang dimaksud, terdapat kecemasan tersendiri dari beberapa warga lokal di kepulauan tersebut.

Pasalnya, dengan banyaknya pulau-pulau ini, menjadi tugas dan tanggungjawab tersendiri bagi pemerintah setempat untuk memberikan fasilitas yang cukup memadai. Baik dari akses laut, fasilitas pangan dan yang paling penting adalah fasilitas kesehatan.

Mengingat, akses jalur laut yang mungkin tidak mudah untuk dilalui, hal demikian perlu adanya perhatian khusus dari pemeritah, baik dari tingkat yang paling kecil sampai paling tinggi seperti pemerintah pusat.

Berbicara persoalan fasilitas serta pelayanan kesehatan, perlu di pandang lebih. Utamanya, fasilitas yang sifatnya sangat spesifik. Baik dari sumber daya manusia (SDM), pelayanan kesehatan, alat serta obat-obat kesehatan yang memadai.

Baca juga :  Paslon Sama-sama Deklarasi Kemenangan, Siapa yang Harus Dipercaya?

Mengutip data dari wikipedia, Sumenep memiliki 48 pulau yang berpenghuni dan 78 pulau tak berpenghuni. Artinya, dari 48 pulau yang berpenghuni, perlu adanya pantauan secara signifikan dari pemerintah dalam memenuhi kebutuhan, terutama fasilitas kesehatan.

Sudahkah fasilitas kesehatan terpenuhi? Pertanyaan ini sangat mendasar, bahkan bisa saja lumrah muncul di setiap benak masyarakat yang cukup memperhatikan perkembangan sosial di Madura, khususnya pulau-pulau kecil di ujung timur sana.

Pasalnya, fasilitas kesehatan di pulau-pulau kecil di Madura menghadapi berbagai tantangan yang cukup signifikan. Akan tetapi, yang menjadi tujuan pokoknya adalah, tentang kesejahteraan dan hak masayarakat di sana sebagai warga negara, terpenuhi secara merata dan menyeluruh.

Eksesibilitas yang terbatas, membuat problem yang paling dijumpai dari banyaknya pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau karena persoalan transportasi terbatas, serta posisi cuaca dan kondisi laut yang juga menjadi penghambat.

Baca juga :  Gerbong Anak Muda di Tengah Gerbong Ulama dan Blater Madura

Fasilitas kesehatan baik dari segi infrastruktur maupun peralatan yang mungkin masih sangat minim dan terbatas. Cukup banyak fasilitas kesehatan yang ada di kepulauan kurang memadai, bahkan tidak ada tempat-tempat pelayanan kesehatan.

Tidak hanya dalam segi Infrastruktur, pelaratan medis yang minim dan belum cukup mengcover beberapa problem kesehatan juga kerap ditemui.

Dari problem sosial yang terjadi, pemerintah harusnya juga memberikan kemanfaatan kepada masyarakat yang hidup dan tinggal di pulau kecil.

Tidak hanya membantu dalam meningkatkan kebutuhan fasilitas kesehatan, barangkali dapat membuat suatu program penunjang kesehatan masyarakat secara berkala.

Seperti, kunjungan medis rutin, pemberian vaksin, serta yang paling banyak melihat jumlah endemi yang lumrah terjadi di kepualuan atau pesisir adalah terkait gizi.

Tak kalah utama dari fasilitas yang perlu dicukupkan, begitupun dengan sumberdaya tenaga medis dalam melakukan oprasional kesehatan di beberapa kepualauan yang ada di Madura juga harus tercukupi.

Baca juga :  PLN Grup Jatim Gelar Forum Multistakeholder, Angkat Tema Sinergi Satu Energi Menuju Madura Lebih Terang dan Sejahtera

Data dari unews.id menyebutkan pada tahun 2023, pengangkatan PPPK di Kabupaten Sumenep sebanyak 311 orang, 183 untuk guru, dan untuk tenaga teknis serta kesehatan masing-masing 66 orang.

Tenaga kesehatan yang ditematkan di beberapa pulau kecil seyogyanya perlu adanya dukungan penuh dari pemerintah setempat dalam mendukung program dalam melaksanakan tugas sebagai fungsional profesinya.

Mempermudah dalam akses pelayanan kesehatan yang nantinya berdampak positif kepada masyarakat dan penduduk yang hidup serta tinggal di kepulauan.

Tanpa mendiskriminalisasikan masyarakat yang ada pulau, sudah sepantasnya perlu adanya perhatian khusus dalam segala bidang, terutama menyangkut hak sebagai warga negara dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

Problematika yang ada, dalam sektor Infrastruktur, transportasi dan segala hal yang menjadi problem, adalah tantangan bagi pemerintah, terutama tenaga medis yang ada, agar tidak penghambat pelaksanaan program dalam sektor kesehatan. (*)

Berita Terkait

Basmi Rokok Ilegal: Satir untuk Nur Faizin
Bangkalan Darurat Narkoba
Ketika Penis Patung Lebih Berguna daripada Pena Wartawan
Cyber-Utopianisme dan Realitas Generasi Muda
Saya Bukan Pejuang Kebenaran dan Keadilan. Toh Saya Masih Membela Orang Salah
Pilih: Rp 15 Juta Menjual Kejujuran? Atau Rp 100 Juta Hanya untuk Cari Data?
Kenaikan Harga Cukai Rokok Harus Ditinjau Ulang
Dari Timur Tengah ke Ujung Timur Madura, Cengkalan

Berita Terkait

Jumat, 22 Agustus 2025 - 14:05 WIB

Basmi Rokok Ilegal: Satir untuk Nur Faizin

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:12 WIB

Bangkalan Darurat Narkoba

Rabu, 30 Juli 2025 - 22:51 WIB

Ketika Penis Patung Lebih Berguna daripada Pena Wartawan

Senin, 28 Juli 2025 - 08:35 WIB

Cyber-Utopianisme dan Realitas Generasi Muda

Minggu, 27 Juli 2025 - 22:46 WIB

Saya Bukan Pejuang Kebenaran dan Keadilan. Toh Saya Masih Membela Orang Salah

Berita Terbaru