Target PAD 2026 Rp360 Miliar, DPRD Pamekasan Dorong OPD Kerja Maksimal

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi. (KLIKMADURA)

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp360 miliar.

Target tersebut dinilai cukup optimistis dan membutuhkan kerja maksimal dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi mengatakan, pembahasan target PAD dilakukan secara serius.

Yakni, dengan menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai indikator utama. Termasuk, mempertimbangkan kondisi perekonomian daerah.

“Proyeksi PAD tahun 2026 bukan target yang lemah. Ini cukup realistis sekaligus optimistis. Karena itu, kinerja OPD harus maksimal, terutama dinas yang berperan dalam pendataan serta pemungutan pajak dan retribusi daerah,” ujarnya.

Baca juga :  Tiga Ketua Parpol di Pamekasan Sepakat Dorong Kebijakan Pro Rakyat

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, pencapaian target PAD harus diiringi dengan kinerja maksimal dari eksekutif. Meski berpotensi menghadapi kendala dalam realisasi, hal tersebut harus diantisipasi sejak dini.

“Target ini sudah dirancang dengan perhitungan matang. Kita harus optimistis dan memikirkan langkah konkret agar proyeksi PAD Rp360 miliar bisa tercapai,” tegasnya.

Komisi II DPRD Pamekasan juga mencermati implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan sejumlah ketentuan yang dinilai belum sepenuhnya selaras dengan kondisi ekonomi masyarakat Pamekasan.

Baca juga :  Empat Pimpinan DPRD Pamekasan Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Siap Genjot Program Pengentasan Kemiskinan

“Kami melihat masih banyak ketentuan dalam perda tersebut yang belum sesuai dengan realita ekonomi masyarakat. Karena itu, kami terus mengupayakan revisi agar penarikan pajak dan retribusi bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pamekasan, Sahrul Munir, menjelaskan bahwa target PAD 2026 sebesar Rp360 miliar mengalami kenaikan sekitar Rp10 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Secara umum, sumber PAD berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah,” jelasnya.

Baca juga :  Tambah 53 Wamira Mart Baru, Pemkab Pamekasan Gelontorkan Rp 2,5 Miliar

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai karena telah disusun berdasarkan pemetaan potensi pendapatan yang realistis. Apalagi, realisasi PAD tahun 2025 tercatat melampaui target yang ditetapkan.

“Itu menjadi modal kuat untuk mencapai target PAD tahun anggaran 2026,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang
Operasi Wirawaspada 2026 Digelar, Imigrasi Pamekasan Perketat Pengawasan Orang Asing

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru