PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus keracunan makanan di TK Al-Falah Tlanakan, Pamekasan akhirnya diakui oleh SPPG Larangan Tokol. Pihak penyedia makan bergizi gratis (MBG) tersebut menyatakan bahwa menu yang dikonsumsi siswa berasal dari dapur mereka.
Mewakili SPPG Larangan Tokol, Syaiful Arif meminta maaf atas insiden yang menimpa sejumlah siswa. Ia mengaku pihaknya sudah berupaya maksimal dalam menyiapkan menu makanan.
Namun, kejadian keracunan tersebut menjadi bahan evaluasi besar bagi dapur yang berlokasi di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan itu.
“Kami mewakili SPPG dan mitra memohon maaf sebesar-besarnya. Kami pasti akan mengevaluasi semua anggota kami. Evaluasi itu sudah mulai dilakukan sejak kemarin sore agar kejadian serupa bisa diantisipasi,” ungkapnya.
Syaiful menegaskan, pihaknya siap bertanggung jawab atas kasus keracunan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Koramil dan Kodim.
Namun, ia belum bisa memastikan bentuk pertanggungjawaban yang akan diberikan. Menurutnya, hal itu masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut.
Lebih lanjut, Syaiful membenarkan bahwa menu MBG yang disajikan berupa nasi goreng dan daging ayam. Meski begitu, ia enggan berspekulasi soal penyebab pasti keracunan.
“Sampel sudah diambil kemarin oleh Polsek Tlanakan, jadi kami tidak bisa berkomentar lebih jauh soal penyebabnya. Yang jelas, SMK Ma’arif 1 juga masih menjadi pelaksana program MBG di SPPG kami sampai saat ini,” pungkasnya. (enk/nda)














