Gigi Sehat Tak Harus Putih, Dokter RSUD SMART Pamekasan Luruskan Persepsi

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Konservasi Gigi RSUD SMART Pamekasan, drg. S. Harum Adibah, Sp.KG.

Dokter Spesialis Konservasi Gigi RSUD SMART Pamekasan, drg. S. Harum Adibah, Sp.KG.

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Persepsi bahwa gigi sehat harus selalu berwarna putih ternyata tidak sepenuhnya benar. Dokter Spesialis Konservasi Gigi RSUD SMART Pamekasan, drg. S. Harum Adibah, Sp.KG, menegaskan bahwa kesehatan gigi jauh lebih penting dibandingkan sekadar warna.

Menurutnya, gigi sehat memiliki warna alami, permukaan halus, tidak berlubang, serta bebas dari plak dan karang gigi berlebihan. Selain itu, kondisi gusi juga harus diperhatikan.

Gusi yang sehat tidak mudah berdarah, tidak mengalami pembengkakan, dan tidak menimbulkan rasa nyeri saat digunakan untuk mengunyah.

Baca juga :  BASSRA Ajak Optimalkan Pengelolaan Sumber Daya Alam Madura

“Fokus utama perawatan gigi itu pada kebersihan dan kesehatannya, bukan semata-mata pada warna gigi,” ujar drg. Harum Adibah.

Ia menjelaskan, perawatan gigi yang baik dapat dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Selain itu, penggunaan benang gigi juga dianjurkan untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau sikat.

Kontrol rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali juga penting dilakukan. Pemeriksaan berkala tersebut bertujuan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut serta melakukan pembersihan karang gigi secara profesional.

Baca juga :  Cegah Tembakau Jawa Masuk Pamekasan, Ratusan Petani Pantau Jalan

“Gigi putih memang bisa meningkatkan rasa percaya diri, tetapi gigi putih belum tentu sehat,” jelasnya.

Terkait pertolongan pertama saat sakit gigi, drg. Harum Adibah menyebutkan bahwa kompres es batu atau penggunaan minyak cengkeh bisa membantu meredakan nyeri sementara. Minyak cengkeh mengandung senyawa eugenol yang bersifat antiseptik dan analgetik.

“Namun jika nyeri berlanjut, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi agar ditangani secara tepat,” imbuhnya.

Ia juga meluruskan mitos yang berkembang di masyarakat terkait pencabutan gigi atas yang disebut-sebut dapat menyebabkan kebutaan. Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar.

Baca juga :  Layanan Cuci Darah Shift 4 RSUD Smart Dihentikan Karena Tak Sesuai Standar

“Saraf gigi dan saraf mata tidak saling terhubung. Risiko gangguan penglihatan bisa terjadi jika ada infeksi gigi yang menyebar ke area mata, bukan karena proses pencabutan giginya,” tegas drg. Harum Adibah. (enk/nda)

Berita Terkait

Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja
Cegah APBD Jebol, Pemkab Pamekasan Cicil Dana Cadangan Pilkada Rp60 Miliar selama Tiga Tahun
Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma
Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen
Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 
Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
AJP-DKP Bakal Gelar Pekan Kebudayaan Madura, Angkat Warisan M. Tabrani untuk Indonesia
Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Berita Terbaru