PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) resmi dilantik di Pendopo Budaya Pamekasan, Senin (13/4/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto.
Tak butuh waktu lama, kepengurusan baru DKP langsung menyiapkan langkah strategis. Selain membenahi struktur internal, mereka juga mengagendakan sowan ke tokoh-tokoh agama dan masyarakat di 13 kecamatan.
Ketua DKP Arief Wibisono menegaskan, langkah tersebut menjadi pintu awal untuk merumuskan arah pengembangan kesenian dan kebudayaan berbasis desa.
“Iya, kita benahi dulu struktur. Setelah itu, kami siapkan agenda besar hingga akhir tahun. Termasuk sowan ke tokoh-tokoh di desa di 13 kecamatan,” ujarnya.
Menurut Arief, kesenian desa ibarat akar dalam sebuah pohon, tidak tampak di permukaan namun menopang kehidupan. Sayangnya, potensi tersebut kerap luput dari perhatian.
“Kesenian di desa itu sebenarnya kuat, mengakar. Hanya saja, sering tidak terlihat dan kurang mendapat perhatian,” imbuhnya.
Karena itu, DKP berkomitmen menjalin komunikasi dengan para sesepuh dan tokoh agama. Selain meminta restu, langkah ini juga menjadi ruang dialog untuk menggali potensi serta mencari solusi bersama dalam pengembangan seni budaya lokal.
Ia meyakini, setiap desa di Pamekasan memiliki kekayaan budaya yang khas dan layak untuk dilestarikan serta dikenalkan kepada generasi muda.
“Kami yakin setiap desa punya kesenian dan budayanya sendiri. Ini yang harus dijaga, dikembangkan, dan dikenalkan kepada generasi sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, Wabup Pamekasan H. Sukriyanto menambahkan, pengembangan kebudayaan akan dilakukan secara bertahap. Meski dimulai dari wilayah kota, desa tetap menjadi perhatian utama.
“Di desa itu sebenarnya sudah ada, seperti tembheng, macapat, dan lainnya. Tinggal bagaimana kita pelan-pelan melestarikan dan mengembangkannya,” tandasnya. (enk/nda)
















