PAMEKASAN || KLIKMADURA – Musibah tidak pernah bisa diprediksi, termasuk di lingkungan lembaga pendidikan. Sebanyak 14 asrama Ma’had Tibyan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen hangus dilalap api, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 20.15 WIB.
Pengurus Yayasan Al-Miftah Ponpes Miftahul Ulum Panyeppen, Maltuful Anam, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika sejumlah santri melihat api muncul dari arah gedung perpustakaan.
Api kemudian dengan cepat merembet ke kantor Ma’had Tibyan dan belasan asrama di belakangnya. Enam asrama merupakan bangunan permanen, sedangkan delapan lainnya semi permanen.
“Dugaan sementara dari pihak kepolisian, termasuk tim Inafis yang turun tadi malam, kebakaran terjadi akibat konsleting listrik di area perpustakaan,” ujarnya.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp4 miliar. Sejumlah barang milik santri dan pengurus tak sempat diselamatkan, seperti laptop, karya seni, dan perlengkapan lainnya.
Pria yang akrab disapa Ra Maltuf itu menyebutkan, total luas bangunan yang terdampak kebakaran mencapai 1.008 meter persegi.
Lokasi Ma’had Tibyan berada di bagian paling belakang kompleks pondok sehingga api cepat menjalar.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kebetulan para santri sedang berada di luar asrama karena mengikuti kegiatan pondok,” terangnya.
Pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Pamekasan itu menambahkan, seluruh santri Ma’had Tibyan diliburkan dan dipulangkan lebih awal.
“Seharusnya mereka libur tanggal 5 Ramadan, tetapi karena insiden ini mereka dipulangkan lebih cepat. Untuk Ma’had reguler tetap berjalan seperti biasa dan akan libur mulai 10 Ramadan,” jelasnya.
Ia berharap semua pihak diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini, terutama para santri yang selamat tanpa luka sedikit pun.
“Alhamdulillah semuanya selamat. Semoga ada hikmah yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (enk/nda)














