Refleksi Menjelang Pilkada: Menjaga Demokrasi dan Persatuan

- Jurnalis

Senin, 25 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zahrotul Laila, Jurnalis Klik Madura

————–

KITA tahu, semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), begitu penting untuk memikirkan dan merenungkan peran kita dalam menjaga proses demokrasi yang sehat dan damai, khususnya kita golongan pemuda.

Pilkada bukan hanya sekadar tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat.

Dalam suasana politik, seringkali diwarnai perbedaan pandangan dan persaingan. Maka dari itu, toleransi antar kelompok menjadi salah satu kunci utama untuk mewujudkan Pilkada yang damai.

Toleransi mencakup kemampuan menerima perbedaan pendapat, latar belakang politik, agama, etnis, serta suku, yang sering kali menjadi pemicu ketegangan dalam proses demokrasi.

Baca juga :  Basmi Rokok Ilegal: Satir untuk Nur Faizin

Mengingat, Pilkada adalah ajang untuk menentukan masa depan suatu daerah, maka menjaga kerukunan dan rasa saling menghormati merupakan langkah strategis agar proses demokrasi berjalan lancar, tanpa adanya benturan kepentingan yang merusak tatanan sosial.

Peran seluruh elemen masyarakat, mulai dari masyarakat umum hingga tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan, menjadi sangat penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung persatuan, seperti tabligh akbar, doa bersama, atau kegiatan sosial yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Baca juga :  MK Terima Seluruh Sengketa Pilkada di Madura, Sidang Akan segera Digelar

Kegiatan semacam ini tidak hanya menciptakan suasana kondusif, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah perbedaan yang ada.

Selain itu, penting untuk terus mensosialisasikan pesan-pesan damai kepada masyarakat. Salah satu cara efektif untuk melakukan ini adalah melalui pendidikan politik yang memberikan pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban setiap warga negara dalam berdemokrasi.

Dengan adanya toleransi antar kelompok, masyarakat diharapkan dapat menghadapi Pilkada dengan kepala dingin dan menjaga suasana yang damai.

Toleransi juga berperan penting dalam menjaga integritas proses pemilihan. Ketika seluruh kelompok masyarakat mampu saling menghormati dan menghindari provokasi, maka persaingan dalam Pilkada dapat berlangsung secara sehat.

Baca juga :  PT. Sumekar: Karam, Tak Juga Tenggelam

Dengan demikian, akan mendorong setiap pasangan calon untuk fokus pada penyampaian visi, misi, serta program kerja tanpa harus terlibat dalam tindakan negatif yang merugikan lawan politik.

Secara keseluruhan, semakin dekatnya Pilkada adalah momentum bagi kita semua untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan persatuan.

Dengan menjaga toleransi dan kerukunan, kita dapat memastikan bahwa Pilkada berjalan dengan damai dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mewakili aspirasi rakyat.

Mari, memilih bersama sesuai hati nurani. Ingat!! Jangan golput. (*)

 

Penulis sedang menempuh pendidikan magister di IAIN Madura.

Berita Terkait

Demokrasi Berkembang Biak dalam Asbak
Sebab Tuhan Tak Terlalu Teknis
Mutasi Membantah Matahari Kembar
Meneguhkan Arah Baru NU Sumenep: Dari Khidmah Kultural Menuju Kemandirian Sosial
Metamorfosa Kata
Pemikiran Filsafat Islam Modern Tentang Self Direction untuk Menjawab Tantangan Modernitas
Valen, Media, dan Atribusi
Madura dan Nyala Api yang Tak Pernah Padam

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:15 WIB

Demokrasi Berkembang Biak dalam Asbak

Jumat, 16 Januari 2026 - 05:51 WIB

Sebab Tuhan Tak Terlalu Teknis

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:17 WIB

Mutasi Membantah Matahari Kembar

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:31 WIB

Meneguhkan Arah Baru NU Sumenep: Dari Khidmah Kultural Menuju Kemandirian Sosial

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:20 WIB

Metamorfosa Kata

Berita Terbaru