PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kinerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) IV Pamekasan tengah menjadi sorotan masyarakat.
Pemicunya, karena instansi yang merupakan kepanjangan tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu dinilai tidak maksimal menjalankan tugas. Bahkan, program yang dinilai paling menonjol hanya pagelaran karapan sapi dan sapi sonok.
Kemudian, yang tak kalah menjadi sorotan yakni harta kekayaan Muhyi. Pria yang menjabat sekretaris Bakorwil Pamekasan itu memiliki kekayaan fantastis. Bahkan, lebih tajir dibanding Sufi Agustini selaku kepala bakorwil.
Berdasarkan catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis KPK, Muhyi memiliki harta kekayaan sebesar Rp 2.782.803.760.
Harta kekayaan tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 2.005.505.000. Kemudian, alat transportasi seperti Mobil Expander, dan sejumlah motor dengan total nilai Rp 201.000.000.
Muhyi juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 326.450.000. Lalu, dia juga punya kas dan setara kas sebesar Rp 249.803.760.
Dalam LHKPN yang dirilis pada 6 Maret 2025 atau periodik 2024 itu, Muhyi tercatat tidak memiliki hutang sepeserpun.
Berbeda dengan Sufi Agustini selaku Kepala Bakorwil IV Pamekasan. Dia tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 2.033.617.673 dengan nominal hutang sebesar Rp 455.432.000.
Dengan demikian, kekayaan bersih milik perempuan berhijab tersebut hanya sebesar Rp 1.578.185.673. Nominal tersebut lebih rendah dibanding harta kekayaan Muhyi yang mencapai Rp 2.782.803.760.
Koordinator Kaukus Pemuda Madura (KPM) Teguh Firman Hidayat mengatakan, peran Bakorwil untuk pembangunan Madura belum terasa.
Terbukti, masing-masing kabupaten di Madura terkesan berjalan sendiri-sendiri. Seharusnya, bakorwil berfungsi untuk mengintegerasikan program empat kabupaten sehingga dampaknya lebih nyata dirasakan masyarakat.
“Sejauh ini, Bakorwil terkesan hanya sebagai penyelenggara karapan sapi dan sapi sonok. Padahal, peran utamanya adalah mengkoordinasikan empat kabupaten,” katanya.
Dengan demikian, dia meminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mengevaluasi kinerja Bakorwil Pamekasan. Bahkan, komposisi kepala dan sekretaris wajib diganti karena kinerjanya tidak maksimal.
“Ibu gubernur kami minta tidak segan melakukan evaluasi terhadap kepala dan sekretaris bakorwil karena kami nilai kinerjanya kurang memuaskan,” katanya.
Teguh juga menyoroti harta kekayaan Muhyi yang lebih besar dibanding harta kekayaan Sufi Agustini selaku kaban.
“Patut dipertanyakan, kok bisa anak buah lebih tajir dari kepala. Sepertinya, patut dilakukan audit,” katanya.
Sayangnya, upaya konfirmasi kepada Muhyi tidak membuahkan hasil. Pesan yang disampaikan Klik Madura melalui nomor pribadinya tidak direspons. (nda)














