Warga Kangean di Malaysia Gelar Pertemuan Akbar, Tegaskan Tolak Eksplorasi Migas

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga asal Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep yang bekerja di Malaysia menggelar pertemuan akbar di Cyber Jaya, Selangor, Minggu 12 Oktober 2025. (ISTIMEWA)

Puluhan warga asal Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep yang bekerja di Malaysia menggelar pertemuan akbar di Cyber Jaya, Selangor, Minggu 12 Oktober 2025. (ISTIMEWA)

KUALA LUMPUR || KLIKMADURA – Puluhan warga asal Kangean yang bekerja di Malaysia menggelar pertemuan akbar di Cyber Jaya, Selangor, Minggu 12 Oktober 2025.

Dalam pertemuan tersebut, mereka menegaskan sikap menolak rencana eksplorasi migas di perairan Kangean, Kabupaten Sumenep.

Pertemuan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Masyarakat Kangean Luar Negeri dan Kepala Kerja Malaysia (P3KM) itu dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Termasuk, tokoh Kangean di Malaysia, perwakilan dari Singapura dan Brunei Darussalam, organisasi masyarakat sipil, serta para pekerja asal Kangean yang tersebar di Malaysia Timur dan Barat.

Baca juga :  Terganjal Anggaran, Sosialisasi Pencegahan PMI Ilegal di Sampang Terbatas

Tokoh masyarakat asal Desa Angakatan, Mohammad Saini, bersama tokoh muda Desa Duko yang akrab disapa Bang Ray, menegaskan bahwa masyarakat Kangean tidak ingin menjadi korban eksploitasi korporasi migas. Keduanya yang dikenal sebagai kepala kerja di Sarawak menolak keras rencana tersebut.

“Kami tidak ingin laut kami menjadi tempat pembuangan limbah migas. Kami ingin kehidupan yang terjamin, bukan kekayaan alam yang dieksploitasi,” tegas Bang Ray di hadapan peserta pertemuan.

Penolakan juga disuarakan oleh Askuri, tokoh olahraga sekaligus pendiri Persidola FC, serta Hamsani, pelestari budaya dan penggagas Lomba Kerbau Kangean.

Baca juga :  Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed

Mereka menilai pemerintah harus lebih mendengar suara rakyat daripada kepentingan perusahaan.

“Pertemuan ini adalah bentuk kesadaran kolektif warga Kangean di perantauan. Kami ingin pemerintah membatalkan rencana eksplorasi migas dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Askuri.

Para peserta menyatakan akan terus melakukan aksi moral, kampanye publik, dan diplomasi sosial untuk menolak eksplorasi migas di tanah kelahiran mereka.

Mereka berharap pertemuan akbar ini menjadi momentum memperkuat solidaritas warga Kangean di berbagai negara.

Mereka juga berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan laut dan sumber daya alam Kangean agar tetap menjadi warisan bagi generasi mendatang. (nda)

Baca juga :  Sajikan Karpet Merah Bagi Investor, Nilai Investasi di Pamekasan Tembus Rp 425 Miliar

Berita Terkait

300 Jemaah PT Menara Internusa Dibuat Takjub, Difasilitasi Umrah 7 Kali, Cium Hajar Aswad hingga Masuk Hijr Ismail
Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Forum DGICM 2026
Harumkan Nama Madura di Yaman, 14 Mahasiswa Tuntaskan Studi di Universitas Al-Ahgaff
Di Tengah Dingin Kamp Pengungsian, Kehangatan dari Mahasiswa Indonesia Menyapa Pengungsi Palestina-Suriah
PPI Dunia Kritik Keras Diplomasi RI, Dinilai Mulai Tunduk pada Agenda Imperialisme AS
UIM Ekspansi Dakwah ke Negeri Sakura, Mahasiswa Siap Jalankan Misi Pengabdian Global
Tim Riset UIM Jajaki Kolaborasi dengan Lembaga Riset Pertanian Terbesar Jepang
UIM Go Internasional, Gandeng PCINU Jepang untuk Perkuat Jaringan Global

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:06 WIB

300 Jemaah PT Menara Internusa Dibuat Takjub, Difasilitasi Umrah 7 Kali, Cium Hajar Aswad hingga Masuk Hijr Ismail

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:39 WIB

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Forum DGICM 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 03:25 WIB

Harumkan Nama Madura di Yaman, 14 Mahasiswa Tuntaskan Studi di Universitas Al-Ahgaff

Minggu, 22 Maret 2026 - 03:23 WIB

Di Tengah Dingin Kamp Pengungsian, Kehangatan dari Mahasiswa Indonesia Menyapa Pengungsi Palestina-Suriah

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:52 WIB

PPI Dunia Kritik Keras Diplomasi RI, Dinilai Mulai Tunduk pada Agenda Imperialisme AS

Berita Terbaru