Terdapat 8 Kasus DBD di Wilayah Puskesmas Pademawu, Petugas Gencarkan Fogging dan Edukasi PSN

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 12 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Puskesmas Pademawu menjadi perhatian serius. Hingga saat ini, tercatat delapan kasus penyakit mematikan itu yang terjadi terhadap anak-anak dan remaja.

Petugas kesehatan bergerak cepat dengan mengintensifkan upaya pencegahan, termasuk fogging di sejumlah desa yang terdampak.

Penanggung Jawab DBD Puskesmas Pademawu, Hendra mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk meminimalkan penyebaran penyakit tersebut. Salah satunya, gencar melakukan fogging.

“Sudah 8 kasus DBD yang terdata di wilayah Puskesmas Pademawu, rata rata yang terdampak umur 5 tahun hingga umur 10 tahun, namun ada juga yang remaja diatas 10 tahun,” ujarnya.

Baca juga :  Sigma Plus Competition XIII Sukses, Kadisdikbud Pamekasan Sebut Tangga Menuju Kesuksesan

Hendra menjelaskan, selain fogging, ada beberapa langkah yang juga dilakukan. Salah satunya, siaran keliling satu bulan sekali untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Petugas juga membagikan abate secara selektif untuk membasmi jentik nyamuk di sumber air warga.

“Pada bulan Januari ini, kami telah melakukan fogging di empat desa, yaitu Desa Pademawu Barat, Desa Bunder, Desa Murtajih, dan Desa Sentol,” katanya.

Hendra juga menekankan bahwa fogging tidak cukup untuk memberantas DBD sepenuhnya. Ia mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M.

Baca juga :  Republik Sulap

Yakni, menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan mendaur ulang sampah.

“Dengan PSN, kita dapat membunuh jentik nyamuk dan mencegah perkembangbiakan nyamuk. Upaya ini jauh lebih efektif dalam jangka panjang,” ujarnya.

Hendra berharap, masyarakat semakin sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit DBD. “Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan agar kasus DBD di wilayah ini dapat ditekan,” tandasnya. (ibl/diend)

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Berita Terbaru