Kondisi Wall Climbing di Sampang Sport Center Memprihatinkan, FPTI Minta Perhatian Khusus

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sampang saat audiensi dengan Dispora Sampang. (IBNU ANSORI / KLIKMADURA)

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sampang saat audiensi dengan Dispora Sampang. (IBNU ANSORI / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sampang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi sarana olahraga panjat tebing. Khususnya, untuk perawatan wall climbing di Sampang Sport Center (SSC).

Pasalnya, sarana wall climbing sudah beberapa tahun dibiarkan begitu saja tanpa ada perhatian serius sehingga sangat membahayakan keselamatan para atlet panjat tebing.

Ketua FPTI Sampang, Mahardika Surya Arbianto mengatakan, kondisi wall climbing di SSC memprihatinkan. Banyak besi penopang yang telah berkarat dan beberapa peralatan penting seperti tali karmantel yang merupakan alat pengaman utama bagi pemanjat tidak layak pakai.

Baca juga :  DKPP Pamekasan Dorong Penyerapan Tembakau Maksimal dan Harga Menguntungkan

“Sudah tiga tahun sejak wall climbing ini berdiri, tapi belum ada upaya perbaikan dari pemkab. Jika tidak segera dianggarkan untuk perbaikan, berpotensi mengancam keselamatan atlet saat latihan,” ujarnya. Rabu, (18/6/2025).

Ia berharap, perawatan dan pengadaan ulang peralatan panjat tebing dapat dimasukkan ke dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2025.

Mengingat, panjat tebing merupakan olahraga ekstrem yang mengandalkan keselamatan sebagai prioritas utama.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang, H. Marnilem, mengaku sudah mengajukan usulan anggaran perawatan sejak tahun 2024.

Baca juga :  Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik, Kasus Dugaan Penggelapan SHM Nomor 817 Masih Menggantung

Namun, pengajuan tersebut belum pernah disetujui oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hingga tahun anggaran 2025.

“Perawatan wall climbing menjadi salah satu prioritas kami. Kami harap Komisi IV DPRD Sampang dapat ikut memperjuangkan agar anggaran ini segera disetujui,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menyatakan komitmennya untuk mengawal pengajuan anggaran tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas olahraga yang menyangkut keselamatan atlet harus mendapat prioritas.

“Setelah melihat langsung kondisi besi yang sudah berkarat dan tali pengaman yang aus, kami akan mendorong agar anggaran ini dimasukkan dalam PAK tahun ini,” tegasnya.

Baca juga :  Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Satpol PP Pamekasan Gelar Sosialisasi di Perusahaan Rokok CV Ayunda

Saat ini, wall climbing di SSC merupakan satu-satunya fasilitas panjat tebing yang dimiliki Kabupaten Sampang, dan menjadi tempat latihan utama bagi para atlet daerah. (ibn/diend)

Berita Terkait

Beda Kualitas, Beda Harga! Ini Rincian Harga Garam Sampang dari K3 hingga K1
60 Paket PJU Dipadatkan Jadi 8 Tender, Komisi III Sampang Ingatkan Dishub Tak Abaikan Syarat Teknis
UTM Dorong Budidaya Lele Sampang Naik Kelas Lewat Teknologi Bioflok dan Kitosan
Kontrak Segera Berakhir, 3.214 PPPK Paruh Waktu di Sampang Harap-Harap Cemas
Diduga Cabuli Gadis Berusia 13 Tahun, Pria 54 Tahun Asal Kecamatan Kedungdung Terancam Membusuk di Penjara
Yakin Anaknya Disantet, Lansia 80 Tahun di Sokobanah Sampang Bunuh Tetangga
Bakesbangpol Sampang Soroti Jejak Dana Parpol, Penggunaan APBD Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
PAD Parkir Sampang Baru Rp2,3 Miliar, Dishub Dikejar Target APBD Rp3,5 Miliar

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Beda Kualitas, Beda Harga! Ini Rincian Harga Garam Sampang dari K3 hingga K1

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:16 WIB

60 Paket PJU Dipadatkan Jadi 8 Tender, Komisi III Sampang Ingatkan Dishub Tak Abaikan Syarat Teknis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 01:26 WIB

UTM Dorong Budidaya Lele Sampang Naik Kelas Lewat Teknologi Bioflok dan Kitosan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:15 WIB

Kontrak Segera Berakhir, 3.214 PPPK Paruh Waktu di Sampang Harap-Harap Cemas

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Diduga Cabuli Gadis Berusia 13 Tahun, Pria 54 Tahun Asal Kecamatan Kedungdung Terancam Membusuk di Penjara

Berita Terbaru